Heboh Es Kue Kemayoran Diduga Pakai Spons, Polisi Kirim Sampel ke Lab Forensik

- Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50 WIB
Heboh Es Kue Kemayoran Diduga Pakai Spons, Polisi Kirim Sampel ke Lab Forensik

Heboh soal jajanan es kue jadul yang katanya pakai spons cuci piring masih jadi perbincangan hangat. Asal muasalnya dari sebuah video viral di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pria menunjukkan tekstur es kue yang dianggapnya aneh, lalu membakarnya dengan korek api.

Menurut sejumlah saksi, video itu direkam di sekitar Kemayoran, Jakarta Pusat. Yang bikin publik ciut, saat dibakar, es kue itu malah meleleh bukan gosong seperti makanan biasa. Dari situlah muncul spekulasi liar: jangan-jangan ada bahan berbahaya yang dicampurkan, semacam spons atau bahan kimia lain.

Kekhawatiran ini akhirnya sampai ke telinga polisi. Mereka pun bergerak cepat untuk menyelidiki kebenaran informasi yang beredar luas itu.

Polisi Turun Tangan

Polsek Kemayoran langsung mengambil alih kasus ini. Kapolsek setempat, Kompol Agung Ardiansyah, membenarkan bahwa mereka telah menerima laporan terkait dugaan penjualan makanan berbahaya.

"Betul adanya. Masih dilakukan proses penyelidikan oleh unit Reskrim,"

kata Agung kepada awak media pada Minggu (25/1/2026).

Rupanya, semua berawal dari aduan warga yang masuk ke call center 110, Sabtu (24/1) sore. Begitu laporan diterima, petugas langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka mengamankan barang bukti yang diduga terkait.

"Kemudian piket Reskrim menuju ke TKP untuk menyelidiki laporan tersebut untuk mengamankan terduga pelaku dan korban diarahkan untuk membuat laporan di Polsek Kemayoran guna penyelidikan lebih lanjut,"

jelas Agung merinci langkah yang diambil.

Tak cuma itu, sampel es kue yang jadi sorotan pun diamankan. Saat ini, sampel tersebut sedang dikirim ke laboratorium forensik Mabes Polri untuk diuji lebih lanjut. Hasil uji lab ini nantinya yang akan menentukan, apakah benar ada kandungan berbahaya atau sekadar kecemasan publik yang berlebihan.

Nah, kita tunggu saja hasil penyelidikannya. Soal jajanan, terutama yang dikonsumsi anak-anak, memang nggak bisa main-main.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar