Sabtu pagi itu, suasana di Rawa Buaya masih basah oleh genangan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung melihat kondisi korban banjir di wilayah Jakarta Barat ini. Ia tak sendiri; Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mendampinginya. Titik kunjungan mereka adalah Masjid Jami Baiturrahman, yang kini berfungsi sebagai tempat pengungsian.
Begitu tiba, Pramono langsung disambut warga. Ia berkeliling, bersalaman, dan tak lupa mengingatkan soal pentingnya menjaga kesehatan di tengah situasi pengungsian yang serba terbatas. Suasana masjid yang ramai itu tiba-tiba diselingi teriakan dari lantai dua.
Seorang warga, dengan suara lantang, memanggil sang gubernur.
"Pak Pram, Pak Pram! Pak, pompanya tambah lagi dong, Pak!"
Permintaan itu langsung disambung olehnya, "Pompanya ditambah lagi, Pak. Biar cepat surut airnya."
Pramono yang sedang asyik bersalaman pun menengadah. Spontan, ia mengangguk dan menyahut.
"Ya, nanti ditambah," janjinya.
Respons singkat itu langsung memicu sorak-sorai dan tepuk tangan riang dari para pengungsi. Janji itu seperti memberi angin segar. Usai momen tersebut, rombongan gubernur melanjutkan tinjauan ke bagian dalam masjid untuk bertemu dengan warga lainnya.
Di sisi lain, kondisi di luar masih memperlihatkan realitas yang suram. Beberapa gang permukiman masih terendam. Genangannya bervariasi, ada yang selutut dewasa sekitar 20 sentimeter, tapi ada juga yang mencapai 60 sentimeter. Pompa tambahan yang dijanjikan itu jelas sangat dinantikan untuk mengeringkan kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Pertandingan Penentu Grup H: Suporter Spanyol dan Uruguay Penuhi Stadion Akron di Laga Pamungkas
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sebagian Besar Jabodetabek Sabtu Siang-Sore
Senegal Hancurkan Irak 5-0, Jaga Asa ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Pemerintah Didorong Tetapkan Harga B50 Kompetitif agar Tak Kalah Saing dengan Solar Konvensional