Sabtu pagi itu, suasana di Rawa Buaya masih basah oleh genangan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung melihat kondisi korban banjir di wilayah Jakarta Barat ini. Ia tak sendiri; Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mendampinginya. Titik kunjungan mereka adalah Masjid Jami Baiturrahman, yang kini berfungsi sebagai tempat pengungsian.
Begitu tiba, Pramono langsung disambut warga. Ia berkeliling, bersalaman, dan tak lupa mengingatkan soal pentingnya menjaga kesehatan di tengah situasi pengungsian yang serba terbatas. Suasana masjid yang ramai itu tiba-tiba diselingi teriakan dari lantai dua.
Seorang warga, dengan suara lantang, memanggil sang gubernur.
"Pak Pram, Pak Pram! Pak, pompanya tambah lagi dong, Pak!"
Permintaan itu langsung disambung olehnya, "Pompanya ditambah lagi, Pak. Biar cepat surut airnya."
Artikel Terkait
Tito Apresiasi Inovasi Tanggul dari Sedimen di Tapteng
Gelombang Mutasi Polri: Lemdiklat Diganti, Kapolda Berpindah Tugas
Setelah 16 Tahun Vakum, Gedung Abdullah Kamil Kembali Jadi Denyut Nadi Budaya Minang
Cengkareng Drain Kewalahan, Jakarta Barat Terendam Kiriman Air dari Hulu