Di tengah kerumunan elite global di Davos, perhatian media sekali lagi tersedot ke tangan Donald Trump. Bukan pada jabatannya, melainkan pada memar gelap yang terlihat jelas di tangan kirinya. Spekulasi pun langsung meletup.
Memar di tangan Trump sebenarnya bukan hal baru. Sejak kembali ke Gedung Putih tahun 2025, tangan kanannya sering terlihat lebam, biasanya ditutupi plester atau riasan. Tapi kali ini berbeda. Memar itu muncul di tangan sebelah kiri, dan terpampang jelas dalam sejumlah foto yang diambil Kamis lalu.
Gambar-gambar itu, dilaporkan oleh AFP dan CNN, dengan cepat membanjiri media sosial Jumat kemarin. Berbagai teori liar bermunculan.
Namun begitu, Trump tak membiarkan hal itu berlarut-larut. Ia langsung angkat bicara.
"Saya cuma terbentur meja," ujarnya dengan santai kepada para wartawan di dalam Air Force One.
"Lalu saya olesin sedikit, itu lho, krim. Tapi ya, beneran cuma kebentur aja."
Penjelasannya itu sekaligus menepis dugaan-dugaan yang berkembang. Di sisi lain, ini mengingatkan kita pada penjelasan resmi Gedung Putih sebelumnya. Mereka menyebut memar-memar itu akibat kombinasi antara kebiasaan Trump yang gemar berjabat tangan dan konsumsi aspirin untuk kesehatan jantungnya. Aspirin dosis tinggi, kata mereka, memang bisa membuat seseorang mudah memar.
Trump sendiri rupanya mengakui hal itu. Ia bahkan terlihat agak berseloroh tentang kondisi tersebut.
"Saran saya, minum saja aspirin kalau kalian sayang sama jantung. Tapi jangan minum kalau tidak mau tangan kalian lebam-lebam," candanya di pesawat kepresidenan itu.
Dia mengaku masih mengonsumsi aspirin dosis tinggi meski dokter pribadinya sudah memintanya berhenti. Alasannya sederhana: Trump merasa tubuhnya sehat, tapi tak mau mengambil risiko untuk kesehatan kardiovaskularnya. Soal memar? Itu dianggapnya efek samping yang tak berarti.
Jadi, begitulah. Dari benturan meja sampai pil pengencer darah, kisah memar di tangan presiden AS ini kembali menjadi bahan pembicaraan. Dan seperti biasa, Trump sendiri yang paling cepat memberi penuturan.
Artikel Terkait
Kejagung Lelang Tas Mewah Sandra Dewi hingga Motor Ducati Doni Salmanan, Hasilnya Disetor ke Kas Negara
Pemkot Medan Raih Penghargaan Nasional atas Transformasi Digital Pelayanan Publik
Kisah Pilu di Balik Tragedi KA Argo Bromo Anggrek: Keluarga Cari Korban dengan Foto, Harapan Pupus setelah Tes DNA
Menteri PPPA Minta Maaf Atas Pernyataan Usul Pemindahan Gerbong Wanita KRL ke Tengah Rangkaian