Paris malam itu berkesan hangat. Presiden Prancis Emmanuel Macron menjamu Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan makan malam di Istana Élysée. Pertemuan ini terjadi usai keduanya menghadiri forum ekonomi dunia di Davos, Swiss. Bukan sekadar agenda resmi biasa, jamuan makan malam ini terasa lebih personal dan akrab.
Menurut rilis Biro Pers Istana yang dikutip Sabtu (24/1/2026), Prabowo disambut langsung oleh Macron di depan istana. Suasana penyambutannya pun istimewa. Detasemen musik mengalun, sementara Pasukan Jajar Kehormatan berdiri tegak memberikan penghormatan. Saat inspeksi pasukan, Prabowo membalasnya dengan gestur hormat yang sama.
Yang menarik perhatian, sebelum masuk, kedua pemimpin itu berjabat tangan erat. Bahkan mereka sempat berpelukan hangat. Barulah kemudian, mereka berjalan berdampingan menuju dalam istana, menunjukkan chemistry yang sudah terjalin baik.
Ruangan yang dipilih untuk jamuan itu sendiri punya makna. Le Salon des Portraits, sebuah ruang penuh sejarah di Élysée, menjadi saksi percakapan mereka. Di ruang inilah, dalam suasana santai tapi penuh makna, mereka berbincang dari hati ke hati. Obrolan itu tentu saja tak lepas dari upaya mempererat kemitraan kedua negara di berbagai bidang strategis ke depan.
Pada intinya, acara malam itu lebih dari sekadar makan malam kenegaraan. Ini adalah simbol kepercayaan dan kedekatan pribadi antara dua pemimpin. Komitmen untuk memperkuat hubungan jangka panjang antara Jakarta dan Paris terasa sangat kuat di sana.
Pasca pertemuan, Macron juga membagikan momen itu di akun Instagram resminya. Ia menekankan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memperkuat kemitraan strategis.
"Bersama-sama, kami semakin memperkuat kemitraan strategis yang menghubungkan Indonesia dan Prancis di berbagai bidang, serta keselarasan pandangan kami mengenai isu-isu global dan internasional yang Prancis bertekad untuk dorong dalam kerangka kepresidenannya di G7,"
Begitulah kutipan lengkapnya. Dari sini jelas, dialog antara Prabowo dan Macron juga menyentuh isu-isu global yang lebih luas, menandakan bahwa kerja sama kedua negara memiliki resonansi yang signifikan di panggung dunia.
Artikel Terkait
Bareskrim Amankan Lima Orang dalam Peredaran Gelap Cytotec di Bogor
Megawati Bangga Jadi Juri, NU-Muhammadiyah Raih Penghargaan Perdamaian Global
Ribuan Lubang Menganga, Anggota DPRD Soroti Kerapuhan Jalan Jakarta Pascabanjir
Andre Rosiade Dorong Trase Baru Tol Padang-Pekanbaru Lewat Belakang Gunung Marapi