Songket dan Keris untuk Dua Jenderal: Silaturahmi Hangat UAS dengan Polda Riau

- Jumat, 23 Januari 2026 | 09:30 WIB
Songket dan Keris untuk Dua Jenderal: Silaturahmi Hangat UAS dengan Polda Riau

Suasana di kediaman Ustaz Abdul Somad di Kampar, Kamis lalu, terasa hangat dan cair. Dua jenderal polisi, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Wakapoldanya Brigjen Hengki Haryadi, datang bersilaturahmi. Mereka tak sendirian; sejumlah pejabat utama Polda Riau serta Kapolres Kampar, AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang, turut mendampingi. Yang menarik, tak ada kesan kaku atau protokoler berlebihan dalam pertemuan itu. Semua duduk santai, berbincang ringan, namun dengan tujuan mulia: menjaga kerukunan dan persatuan.

UAS sendiri menyambut tamu-tamunya dengan sangat terbuka. Seperti tradisi yang ia jalani, sang ustaz pun memakaikan kain songket dan keris kepada kedua jenderal tersebut. Sebuah simbol penghormatan yang dalam.

Dalam kesempatan itu, UAS tak lupa menyampaikan apresiasinya. Ia berharap pertemuan seperti ini bisa terus mempererat hubungan antara ulama dan umara, atau pemimpin.

"Semoga silaturahmi ini dapat mempererat hubungan antara ulama dan umara, serta membawa keberkahan bagi Provinsi Riau," ujar Ustadz Abdul Somad.

Di sisi lain, Kapolda Irjen Herry Heryawan menjelaskan maksud kedatangannya. Ini murni untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan tokoh agama dan masyarakat. Menurutnya, peran para ulama itu sangat krusial. Mereka bisa menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban kepada masyarakat, tentu saja dengan pendekatan nilai-nilai agama yang damai.

"Kami percaya, sinergi antara ulama dan umara adalah kunci untuk membangun Riau yang lebih baik. Kami akan terus berupaya untuk menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat," kata jenderal bintang dua itu.

Sementara itu, Brigjen Hengki Haryadi yang baru saja menjabat sebagai Wakapolda merasa terhormat bisa bertemu langsung dengan UAS. Ia memanfaatkan momen itu untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan harapannya.

"Kami berharap, dengan dukungan dari tokoh agama, adat, dan seluruh masyarakat Riau, kami dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," kata Hengki.

Dari sisi kepolisian daerah, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan menyatakan kesiapannya. Ia berkomitmen mendukung penuh program Polda Riau guna menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif di wilayahnya. Tak hanya itu, Boby juga menegaskan soal peningkatan pelayanan dan menjaga marwah institusi Polri.

"Kami juga akan terus berupaya untuk menjalin hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Kampar," kata Boby.

Pertemuan yang berlangsung santai itu sesekali pecah oleh gelak tawa. Biasanya, saat UAS melontarkan pantun-pantun khasnya yang jenaka. Nuansa kekeluargaan benar-benar terasa. Sebelum acara berakhir, UAS memimpin doa bersama untuk keselamatan daerah Riau di tahun 2026 ini. Sebuah penutup yang syahdu dari sebuah silaturahmi yang penuh makna.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar