Lalu, apa yang bisa dilakukan warga? Langkah antisipasi sederhana tetap penting. Misalnya, jangan lupa bawa payung atau jas hujan saat harus keluar rumah. Lebih baik lagi jika sudah menyiapkan tas siaga bencana berisi barang-barang penting. Siapa tahu.
Di sisi lain, pemantauan informasi juga krusial. BPBD meminta masyarakat rutin memantau tinggi muka air dan perkembangan banjir melalui kanal resmi. Bisa lewat situs pantau banjir Jakarta atau aplikasi JAKI. Dengan begitu, info yang didapat selalu yang terbaru.
Dan jika keadaan darurat benar-benar terjadi? Jangan panik, tapi juga jangan ragu. Segera hubungi layanan darurat Jakarta Siaga di nomor 112.
Sebagai penutup, BPBD DKI memastikan bahwa mereka bersama unsur terkait lainnya terus siaga. Pemantauan dan kesiapsiagaan diperketat untuk merespons cepat segala kemungkinan terburuk. Tujuannya cuma satu: menjaga keselamatan warga Jakarta dari amukan cuaca yang tak menentu ini.
Artikel Terkait
Daan Mogot Tergenang, Lalu Lintas Jakarta Barat Lumpuh Pagi Ini
Genangan Air Belum Surut, 318 Warga Tangerang Mengungsi
Hutan yang Tersayat: Ketika Krisis Lingkungan Bermula dari Kekeringan Hati
Satgas Rebut Kembali 1.700 Hektare Lahan Tambang Ilegal di Hutan