Komika Pandji Pragiwaksono kembali berurusan dengan polisi. Kali ini, laporan datang dari Majelis Pesantren Salafiyah yang diwakili seorang kiai bernama Sudirman. Laporan itu sudah tercatat di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/567/SPKT/POLDA METRO JAYA. Semuanya berawal dari materi dalam pertunjukan stand-up comedy terbarunya, 'Mens Rea'.
Menurut Kiai Matin Syarkowi, salah satu perwakilan pesantren, ada bagian dari materi Pandji yang mereka anggap melecehkan agama Islam. Inti persoalannya berkisar pada narasi tentang orang yang rajin salat.
"Dalam keyakinan kami sebagai umat Islam, salat itu ada salat fardu, ada salat sunah. Orang yang rajin salat, tidak pernah meninggalkan, karena tidak pernah bolong-bolong, diyakini dia adalah orang baik. Yang menjamin baik itu nas Al-Qur'an dan Hadis," jelas Matin di gedung SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis lalu.
Di sisi lain, menurut penuturan Matin, Pandji justru menyambung narasi itu dengan sebuah perumpamaan. Komika itu kontohnya dengan siswa yang tak pernah bolos sekolah.
"Ujung-ujungnya kata dia, 'seperti saya, goblok'. Sehingga ini bisa atau dapat dimaknai orang yang rajin salat, belum tentu baik, dan bisa jadi goblok," lanjutnya.
Mereka pun tak datang dengan tangan kosong. Sebagai bukti, pihak pesantren membawa serta rekaman pertunjukan tersebut yang tayang di Netflix. "Ada. Sudah kita serahkan ke situ, apa, flashdisk dan lain-lain kita ada. Iya isi rekaman acara 'Mens Rea' di Netflix," tutur Matin.
Ini bukan laporan pertama untuk Pandji. Sebelumnya, dia juga sudah dilaporkan terkait dugaan penghasutan dan penistaan agama atas pernyataannya di acara yang sama. Salah satu pelapor waktu itu adalah gabungan Angkatan Muda NU dan Alamis Muda Muhammadiyah. Mereka menilai materi Pandji berpotensi memicu kegaduhan dan perpecahan.
Menyikapi laporan-laporan ini, Polda Metro Jaya sudah bergerak. Mereka telah memeriksa sejumlah saksi dan ahli. Bahkan, pemanggilan terhadap Pandji sendiri konon sudah diagendakan.
"Sudah dijadwalkan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, pada Selasa (20/1).
Namun begitu, Iman belum mau membeberkan tanggal pastinya. Dia menegaskan, pemeriksaan terhadap Pandji baru akan dilakukan setelah semua keterangan dari saksi dan ahli terkumpul lengkap. "Kami lengkapi dulu pemeriksaan saksi yang lainnya dan dengan yang ahli. Baru nanti kami jadwalkan terhadap terlapor," ujarnya.
Sampai saat ini, sudah sepuluh orang yang diperiksa. Kasusnya pun ternyata tak cuma satu laporan. Iman menyebut ada tiga laporan polisi dan dua pengaduan masyarakat yang masuk ke Polda, semuanya berkaitan dengan kontroversi 'Mens Rea' itu.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 14 Orang, Gencatan Senjata dengan Hizbullah Kembali Terancam
Kiandra Ramadhipa Menang Perdana di Red Bull Rookie Cup Usai Manuver Lap Terakhir dari Posisi 17
Como Kalahkan Genoa 2-0, Kembali ke Jalur Kemenangan dan Dekati Zona Liga Champions
PB ORADO: Kejurnas 2026 Jadi Fondasi Pembinaan Atlet Domino Berkelanjutan