Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR, baru-baru ini menyambangi Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera V di Padang. Kunjungannya bukan sekadar seremonial. Tujuannya jelas: mendorong pemulihan infrastruktur sungai dan irigasi yang porak-poranda pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat.
Di sisi lain, ada pekerjaan rumah yang besar. Untuk itulah, menurut Andre, sinkronisasi perencanaan dan dukungan anggaran dari pusat yang nilainya mencapai triliunan rupiah mutlak diperlukan. Ia berjanji akan mengawal penuh usulan anggaran strategis BWSS V, mulai dari tahap darurat hingga rehabilitasi jangka panjang.
"Total anggaran infrastruktur yang disiapkan untuk Sumatera Barat mencapai Rp 18,3 triliun, dengan porsi signifikan dialokasikan untuk sektor sumber daya air,"
ujar Andre dalam keterangan tertulisnya, Selasa lalu.
Angka sebesar itu, katanya, adalah bukti nyata kehadiran negara di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian PUPR. Rinciannya begini: untuk penanganan darurat di titik-titik kritis, disiapkan dana Rp 300 miliar. Lalu, program Rehabilitasi dan Rekonstruksi normalisasi 43 sungai menelan anggaran sekitar Rp 3,4 triliun. Sektor irigasi juga tak ketinggalan, diusulkan lewat skema Inpres dengan nilai Rp 1,1 triliun.
Dari 34 sungai yang terdampak berat, 25 di antaranya disebutkan sudah tertangani dan progresnya sesuai rencana. Sisanya, 18 sungai, masih dalam pengerjaan. Namun begitu, perhatian khusus diberikan pada Batang Anai di Padang Pariaman. Normalisasi sungai ini dinilai sangat strategis, bahkan jadi prioritas nasional, karena berkaitan langsung dengan keselamatan operasional Bandara Internasional Minangkabau.
Artikel Terkait
Polisi Beri Teguran Lisan kepada Pengemudi Mobil yang Iseng Zig-zag di Tol Becakayu
Pemkab Bogor Gelar Salat Idul Fitri Perdana di Stadion Pakansari
Manajemen Bantah Isu Pemecatan Kapten Jakarta Pertamina Enduro, Sebut Hoaks Deepfake
Liga Arab Gelar Pertemuan Daritat Bahas Serangan Iran