Kemendagri Ingatkan Daerah Waspadai Lonjakan Harga Jelang Ramadan

- Senin, 19 Januari 2026 | 20:55 WIB
Kemendagri Ingatkan Daerah Waspadai Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Menjelang Ramadan, pemerintah daerah diminta untuk lebih jeli memantau pasar. Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir secara khusus mengingatkan agar Pemda rajin mengecek perkembangan harga bahan pokok. Soalnya, momentum seperti ini kerap diwarnai lonjakan harga yang tak terkendali.

Peringatan itu disampaikan Tomsi dalam sebuah rapat koordinasi di Jakarta, Senin (19/1/2026). Rapat yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri itu membahas sejumlah hal, mulai dari pengendalian inflasi daerah, antisipasi kenaikan tiket pesawat, hingga evaluasi program perumahan.

“Tolong turun, kumpulkan teman-teman pedagang itu, komunikasikan dengan daerah penghasilnya Pak,” ujar Tomsi.

“Supaya nanti pada saat Ramadan dan Lebaran kenaikan itu tidak terlalu tinggi,” tambahnya.

Memang, ada kabar baik belakangan ini. Tomsi mengapresiasi penurunan harga beberapa komoditas seperti telur, ayam, dan bawang merah. Tapi jangan senang dulu. Di sisi lain, dia justru mewanti-wanti soal tren naik yang terjadi pada bawang putih dan minyak goreng. Dua barang ini harganya malah merangkak naik, sementara yang lain turun.

Untuk mengatasi hal itu, Tomsi berharap daerah yang harga minyak gorengnya melambung bisa segera diintervensi dengan penambahan stok Minyakita. Tak hanya itu, dia juga mendorong Bulog untuk turun tangan mengawasi harga beras di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kenaikan.

“(Untuk daerah dengan harga beras tinggi) cek ada apa Bulog di sana. Kalau memang betul, kuotanya kurang atau stoknya kurang, tolong dorong,” tuturnya.

Menurut Tomsi, semua daerah harus bisa belajar dari pengalaman menangani inflasi selama ini. Forum-forum koordinasi, katanya, adalah ruang untuk mencari solusi terbaik. Intinya, daerah diminta untuk terus bekerja, tak boleh lelah mengendalikan angka inflasi.

“Untuk teman-teman daerah, kami minta yang tinggi-tinggi ataupun yang rendah bisa saja menjadi tinggi kalau lengah,” tegas Tomsi.

“Itu kembali lagi, cek lagi, komunikasikan lagi, kontrol lagi ke pasar. Jangan kontrolnya mungkin seminggu sekali, dua minggu sekali, enggak bisa,” pungkasnya.

Rapat hari itu juga dihadiri sejumlah pejabat lain. Di antaranya Plt. Sestama BPS Pudji Ismartini, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra, dan Dirjen Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Imran. Beberapa pejabat terkait lainnya turut hadir mendengarkan arahan tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar