Prabowo Sambut Hangat Diaspora di London, Sapa Mahasiswa di Tengah Kunjungan Kenegaraan

- Senin, 19 Januari 2026 | 15:05 WIB
Prabowo Sambut Hangat Diaspora di London, Sapa Mahasiswa di Tengah Kunjungan Kenegaraan

Udara London yang sejuk menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Bandara Stansted, Minggu (18/1) waktu setempat. Penerbangan dengan rombongan terbatas itu mendarat malam hari, menandai awal kunjungan kenegaraan yang cukup padat.

Di bandara, beberapa wajah sudah menunggu. Ada Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, perwakilan khusus Menlu Inggris Adele Taylor MBE, hingga Dubes RI untuk Inggris, Desra Percaya. Dubes Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, dan Atase Pertahanan RI Kolonel Inf. Wiyata S. Aji juga hadir dalam sambutan yang hangat namun tetap resmi itu.

Agenda utamanya jelas: pertemuan tingkat tinggi. Hari-hari ke depan, Prabowo akan duduk bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Rencananya, pertemuan digelar di Kantor Perdana Menteri. Ini momentum penting, tentu saja, untuk mengokohkan dialog dan kerja sama bilateral di berbagai bidang yang dianggap strategis oleh kedua pihak.

Tak cuma dengan PM. Jadwal juga mempertemukan Presiden dengan Raja Charles III di St. James's Palace. Pertemuan dengan sang kepala negara ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi klasik nan tinggi antara Indonesia dan Inggris.

Hubungan kedua negara sendiri memang sudah menjalar ke banyak sektor. Dari ekonomi sampai isu global, kerja sama yang terjalin sifatnya komprehensif. Kunjungan ini dipandang sebagai cara untuk terus memupuknya.


Antusiasme di Tengah Rantau

Nuansa berbeda justru terasa di hotel tempat Presiden menginap. Begitu tiba, Prabowo disambut riuh oleh sejumlah menteri kabinet yang datang lebih dulu, staf KBRI London, dan yang paling berwarna oleh puluhan mahasiswa serta diaspora Indonesia.

Dengan santai, Prabowo menyapa dan menjabat tangan satu per satu. Beberapa percakapan singkat terjalin, terutama seputar jurusan studi yang sedang ditekuni para mahasiswa. Suasana cair dan penuh kehangatan.

Momen itu jelas meninggalkan kesan mendalam. Seperti yang diungkapkan Alma, mahasiswi asal Merauke yang sedang menempuh magister Manajemen Bisnis di University of Sussex. “Ini pengalaman yang sangat luar biasa sekali. Pengalaman pertama juga melihat Presiden,” ujarnya, suara terdengar haru.

“Beliau begitu humble. Kemudian menyapa kami semua. Merasa seperti anak-anak yang bertemu dengan Bapak sendiri di Tanah Rantau. Saya sangat senang dan terharu.”

Alma bercerita, Prabowo sempat menanyai jurusan mereka. Baginya, kehadiran presiden di tengah diaspora seperti penegasan betapa pentingnya pendidikan sebagai fondasi bangsa. “Semoga dengan pendidikan mampu membawa Indonesia Emas 2045,” harapnya. “Bagi saya dari timur, ini kebanggaan tersendiri. Kehadiran Bapak menunjukkan bahwa pendidikan itu sangat penting.”

Perasaan senasib diungkap Jovan, mahasiswa lain yang hadir. “Kita jujur, bisa dikatakan amazed,” katanya. “Karena kan beliau sangat humble, tadi juga beliau menyalami banyak sekali masyarakat, dari mulai tim KBRI sampai mahasiswa. Kita merasa senang, karena kami sudah menyambut beliau, dan beliau akhirnya balik menyambut kami dengan baik.”

Pertemuan singkat itu pun berakhir. Namun, bagi para mahasiswa yang jauh dari rumah, rasanya seperti mendapat suntikan semangat. Sementara bagi Presiden, mungkin ini pengingat hangat bahwa diplomasi tak hanya terjadi di ruang rapat berpanel kayu, tapi juga di lobi hotel, di antara senyum dan harapan anak-anak muda Indonesia.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar