Kronologi Keributan di Karaoke Parung: Awalnya Cuma Soal Tagihan, Berujung Pukulan

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:25 WIB
Kronologi Keributan di Karaoke Parung: Awalnya Cuma Soal Tagihan, Berujung Pukulan

Video yang beredar di media sosial memang cukup membuat geram. Tampak sekelompok pengunjung terlibat keributan sengit dengan pegawai sebuah tempat karaoke di Parung, Bogor. Kejadian yang viral itu rupanya berawal dari hal yang sepele, namun berakhir dengan pukulan.

Menurut Kapolsek Parung, Maman Firmansyah, kronologinya dimulai ketika tujuh orang tamu datang ke kafe tersebut. Identitas mereka masih diselidiki.

"Pada saat itu, datang tujuh orang tamu yang belum diketahui identitasnya ke dalam kafe," jelas Maman, Sabtu (17/1/2026).

Suasana yang awalnya biasa saja, perlahan memanas. Dugaan polisi, terjadi kesalahpahaman antara pengunjung dengan salah satu karyawan. Ketegangan pun tak terhindarkan. Salah satu tamu bahkan sampai menggebrak meja, membuyarkan suasana malam.

Melihat situasi tak terkendali, seorang pegawai wanita berusaha melerai. Sayangnya, niat baiknya justru berbalas sakit. Bukannya mereda, salah seorang dari kelompok itu malah menghajarnya dengan pukulan tangan kosong tepat di bagian leher. Korban yang kaget dan kesakitan, akhirnya memilih meninggalkan lokasi.

"Saat ini, Polsek Parung telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, serta penelusuran identitas para terduga pelaku," imbuh Maman.

Ia juga menambahkan imbauan. "Diimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan segera melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi di lingkungan sekitar."

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Dari informasi yang berkembang, keributan ini didalangi oleh penolakan membayar tagihan oleh para pengunjung. Mereka ribut, enggan memenuhi kewajibannya, dan situasi pun meledak menjadi kekerasan seperti yang terekam kamera.

Kini, polisi masih memburu ketujuh orang tersebut. Sementara korban, selain luka fisik, tentu juga trauma mendalam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar