Kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong sejumlah negara Teluk untuk turun tangan. Arab Saudi, Qatar, dan Oman disebut-sebut memimpin upaya diplomatik intensif ke Gedung Putih. Tujuannya satu: membujuk Presiden AS Donald Trump untuk menahan diri dari serangan militer ke Iran.
Menurut laporan Al Arabiya Jumat lalu, seorang pejabat senior Saudi yang enggan disebut namanya mengungkapkan hal ini. Dialog dikatakan masih berlangsung, dengan upaya yang digambarkan panjang dan mendesak.
“Kami memimpin upaya diplomatik yang panjang dan mendesak untuk meyakinkan Presiden Trump agar memberi Iran kesempatan menunjukkan itikad baik,” ujar pejabat tersebut.
Intinya, mereka ingin menghindari situasi yang meledak-ledak dan sama sekali tak terkendali. Kawasan ini sudah cukup rumit, dan perang terbuka hanya akan memperkeruh keadaan.
Artikel Terkait
Perbasi Peringatkan Masyarakat Soal Maraknya Penipuan Atas Nama Organisasi
Gus Yahya Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Indonesia Ambil Peran Mediasi
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Iran Jika Terpilih Kembali