"Kami anggap ini upaya sistematis untuk menebar ketakutan," tegas Iqbal. "Targetnya jelas: organisasi dan individu yang vokal mengkritik kebijakan untuk kebaikan bangsa. Makanya kami laporkan, biar polisi yang bertindak. Jangan sampai ada lagi yang diteror seperti ini."
Sebagai barang bukti, timnya menyerahkan bangkai ayam itu beserta tulisan ancamannya. Bukti dari media sosial juga tak luput disertakan.
Namun begitu, Iqbal bukan satu-satunya korban. Di tempat yang sama, influencer dan konten kreator Yanser juga melaporkan teror yang ia terima. Modusnya berbeda, lebih personal dan menyasar keluarga.
"Saya ditelepon lewat akun WhatsApp ibu saya sendiri," cerita Yanser, masih tampak terguncang. "Nomor ibu dan adik saya sepertinya dibobol. Ancaman mereka jelas: hapus konten-konten saya soal Sumatera dalam sebulan terakhir, atau hal tidak menyenangkan akan terjadi pada keluarga saya."
Ancaman itu ternyata bukan omong kosong. Yanser mengungkapkan, foto adiknya telah diedit secara tak senonoh dan disebar via WhatsApp. Semua ini, menurutnya, balasan karena ia menolak menghapus konten-kontennya yang membahas bencana di Sumatera. Situasi yang benar-benar membuat hati ciut.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi
Presiden Prabowo Sampaikan Harapan Damai dan Optimisme di Perayaan Imlek Nasional