Ketegangan di Iran masih jadi sorotan utama. Unjuk rasa besar-besaran yang berujung kerusuhan memaksa dunia menunggu, terutama respons dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan masih mempertimbangkan berbagai opsi untuk melakukan intervensi.
“Mereka akan terkena dampak parah,” ujar Trump sebelumnya, memperingatkan Iran soal kemungkinan tindakan keras terhadap para demonstran. Pernyataan itu tentu saja memicu spekulasi. Apa sebenarnya yang akan dilakukan AS?
Menurut laporan Al Arabiya, Rabu (14/1/2026), situasi ini sudah dibahas dalam pertemuan Tim Keamanan Nasional AS. Mereka berkumpul Selasa (13/1) pagi waktu setempat, meninjau intelijen terkini dari lapangan. Trump sendiri tidak hadir dalam pertemuan pagi itu.
Namun begitu, rencananya ada pertemuan lagi sore harinya, sekitar pukul 16.00 EST. Pertemuan kedua ini melibatkan pejabat yang lebih senior dan kemungkinan besar dipimpin Wakil Presiden JD Vance. Tujuannya jelas: menilai perkembangan terbaru yang kian panas.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Bukti Aliran Dana Kasus Kuota Haji ke Gus Aiz
Balita dan Seorang Pria Tewas dalam Serangan Drone yang Guncang Rostov
Sangkur Perak untuk Serma Edi: Nyawa Rekan Ditebus dengan Terjun Bebas
Kapolri Resmikan 19 Jembatan di Jateng, Warga Diajak Gotong Royong