"Rakyat Iran dan tuntutan mereka untuk keadilan, kesetaraan, dan kebenaran harus didengar."
Pernyataan itu dibacakan oleh juru bicaranya, Jeremy Laurence, dengan nada yang cukup berat.
Di sisi lain, laporan dari kelompok pemantau HAM memberikan gambaran yang lebih rinci, meski angkanya berbeda. Human Rights Activists News Agency (HRANA), yang berbasis di AS, mencatat setidaknya 646 orang tewas akibat tindakan keras aparat. Rinciannya, 512 di antaranya adalah demonstran, sementara 134 lainnya berasal dari barisan pasukan keamanan. Korban luka-luka bahkan melampaui seribu orang.
Yang juga mencengangkan, lebih dari 10.700 orang dilaporkan telah diamankan dalam dua pekan terakhir. Penahanan tersebar di 585 titik, meliputi 186 kota di seluruh 31 provinsi Iran. HRANA punya rekam jejak data yang terpercaya dari berbagai gelombang kerusuhan sebelumnya. Untuk laporan terbaru ini, mereka mengandalkan jaringan pendukung di dalam negeri Iran untuk verifikasi silang setiap informasi yang masuk.
Jelas, krisis ini belum menunjukkan tanda-tanda akan reda. Setiap hari, situasinya berubah, dan daftar korban kemungkinan masih akan bertambah panjang.
Artikel Terkait
Liverpool Hancurkan West Ham 5-2, Kokoh di Posisi Kelima Klasemen
Trump dan Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Korban Jiwa Capai Ratusan
Trump Klaim Khamenei dan Sejumlah Pimpinan Senior Iran Tewas dalam Serangan Udara
PBB Gelar Rapat Darurat Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Guterres Peringatkan Risiko Konflik Luas