Tito Karnavian Soroti Empat Kabupaten Sumbar yang Masih Butuh Perhatian Ekstra Pascabencana

- Selasa, 13 Januari 2026 | 17:50 WIB
Tito Karnavian Soroti Empat Kabupaten Sumbar yang Masih Butuh Perhatian Ekstra Pascabencana

Di Auditorium Istana Gubernur Sumbar yang ramai, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memaparkan strategi percepatan pemulihan pascabencana. Fokus utama saat ini tertuju pada empat kabupaten di Sumatera Barat yang paling parah terdampak: Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. Namun begitu, kerja keras masih menanti.

Tak hanya di empat wilayah itu, Tito menyebut verifikasi data menyeluruh telah dilakukan di seluruh 16 kabupaten/kota yang kena imbas bencana. Proses ini mengecek hal-hal praktis yang langsung dirasakan warga: apakah listrik sudah menyala, BBM di SPBU tersedia, gas elpiji bisa didapat, internet lancar, dan air bersih mengalir dari keran.

Indikator-indikator tambahan itu melengkapi lima tolok ukur pemulihan yang sudah lebih dulu ditetapkan. Lima hal sebelumnya mencakup pemerintahan, layanan kesehatan-pendidikan, akses jalan, ekonomi, dan kondisi sosial.

“Secara umum, kondisi di Sumbar cukup menggembirakan,” ujar Tito, Selasa (13/1/2026).

“Dari 16 daerah terdampak, hampir semua pemerintah kabupatennya berstatus hijau.”

Pernyataan itu disampaikannya dalam rapat koordinasi yang digelar di Padang. Meski ada kabar baik, Tito tak menutup mata. Empat daerah dengan kerusakan masif masih butuh dukungan gotong royong lintas sektor untuk benar-benar bangkit. Belum lagi, perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, dan jaringan air bersih di sejumlah lokasi lain masih harus dikebut.

Di sini, ia menekankan satu hal: data yang akurat dari tiap kepala daerah mutlak diperlukan. Pemerintah pusat butuh detail rinci, titik per titik, untuk mengetahui infrastruktur fisik dan sosial ekonomi mana yang harus diprioritaskan.

“Detail-detail seperti ini yang kita harapkan,” jelasnya.

Pemulihan tak hanya soal Sumbar. Tito menyebut pemerintah telah memetakan kondisi 52 kabupaten/kota di tiga provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar. Hasil pemetaan itu mengelompokkan daerah ke dalam tiga kategori: normal, setengah normal, dan belum normal.


Halaman:

Komentar