Kerumunan besar membanjiri jalan-jalan Teheran pada Senin lalu. Mereka bukan bagian dari gelombang protes antipemerintah yang belakangan ini terjadi, melainkan justru mendukung pemerintah. Puluhan ribu orang, menurut tayangan televisi pemerintah, memadati kawasan itu untuk sebuah aksi yang mereka sebut sebagai "pemberontakan Iran melawan terorisme Amerika-Zionis".
Presiden Masoud Pezeshkian sendiri turun langsung ke tengah kerumunan. Dalam cuplikan yang disiarkan Al Jazeera, ia terlihat berjalan di antara para pendukungnya, dikelilingi oleh pengawal keamanan. Kehadirannya tentu saja menjadi pernyataan politik yang kuat di tengah situasi yang tegang.
Massa akhirnya berkumpul di Alun-alun Enqelab. Di sana, mereka mendengarkan pidato keras dari Ketua Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf. Dengan nada tegas, Ghalibaf mengecam apa yang disebutnya sebagai intervensi Barat dan menyatakan Iran sedang berjuang di beberapa front sekaligus.
"Perang ekonomi, perang psikologis, perang militer melawan AS dan Israel, dan hari ini, perang melawan terorisme,"
begitu katanya di hadapan massa yang menyemangatinya.
Artikel Terkait
KAI Beri Diskon Tiket Kereta untuk Alumni dan Staf Kampus, Daftarnya Harus Offline
Prabowo Percepat Rehabilitasi Sumatera, Satgas Nasional Gelar Rapat Perdana
KPK Geledah Ditjen Pajak, Sita Dokumen dan Uang Tunai Terkait Kasus Suap
Kantor Pusat Pajak Digeledah KPK, Kasus Suap Rp75 Miliar Merambah Jakarta