Pengamanan Ketat di Indomilk Arena, Personel Dilarang Bawa Senjata Api

- Jumat, 09 Januari 2026 | 15:45 WIB
Pengamanan Ketat di Indomilk Arena, Personel Dilarang Bawa Senjata Api

Sore ini, Stadion Indomilk Arena di Kelapa Dua, Tangerang, bakal jadi pusat perhatian. Persita Tangerang akan menjamu Borneo FC dalam lanjutan BRI Liga 1. Suasana sudah terasa berbeda sejak siang. Bukan cuma karena tensi pertandingan, tapi juga gelaran pengamanan yang cukup ketat.

Ratusan personel gabungan terlihat berjaga. Mereka berasal dari berbagai unsur: Polres Tangerang Selatan dan jajarannya, TNI, hingga Brimob BKO dan Samapta Polda Metro Jaya. Tak ketinggalan, Tim Gegana, Patra Brimob, Dishub, Damkar, serta steward internal stadion. Semuanya dikerahkan untuk mengawal laga ini.

Menurut sejumlah saksi, persiapan dimulai dengan apel pengamanan yang dipimpin langsung Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jumalolo. Di sampingnya, Wakapolres Kompol Muchammad Tri Yandi Permana turut hadir, bersama para pejabat utama dan kapolsek se-wilayah.

Dalam arahan singkatnya, Boy Jumalolo menekankan pentingnya profesionalisme. Tugas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tapi juga humanis. Yang menarik, dia secara tegas melarang personelnya membawa senjata api ke lokasi.

"Laksanakan tugas sesuai SOP hingga pertandingan selesai. Tidak ada yang melakukan pelanggaran dan tidak ada personel yang meninggalkan lokasi pengamanan sebelum ada perintah. Kita sama-sama berdoa semoga pertandingan hari ini dapat berjalan aman dan kondusif,"

ujar AKBP Boy Jumalolo, Jumat (9/1/2026).

Sebelumnya, untuk mematangkan koordinasi, seluruh unsur sudah melakukan Tactical Floor Game atau TFG. Langkah ini diambil biar semua punya persepsi yang sama. Tujuannya jelas: memperkuat kerjasama antar-unsur, baik di dalam stadion maupun di sekitarnya.

Dengan skenario pengamanan serba kompak ini, harapannya cuma satu. Pertandingan bisa berjalan lancar, aman, dan tertib. Para pemain, ofisial, serta ribuan suporter yang memadati tribun pun bisa menikmati laga dengan nyaman. Begitu juga warga sekitar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar