Tes Urine Massal di Lapas Narkotika Jakarta, 2.500 Orang Diperiksa

- Jumat, 09 Januari 2026 | 12:30 WIB
Tes Urine Massal di Lapas Narkotika Jakarta, 2.500 Orang Diperiksa

Ribuan orang di balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta menjalani tes urine pekan ini. Tujuannya jelas: mendeteksi penggunaan narkoba. Tak cuma warga binaan, petugas penjara pun ikut diperiksa. Totalnya, ada 2.263 narapidana dan 235 petugas yang menjalani prosedur itu pada Rabu dan Kamis (7-8 Januari 2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan KemenImipas dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebuah langkah tegas untuk membersihkan lingkungan lapas dari barang haram.

Mashudi, sang Direktur Jenderal Pemasyarakatan, memberikan konfirmasinya pada Jumat (9/1).

"Untuk wilayah Jakarta, tes terhadap seluruh petugas Ditjenpas sudah kami laksanakan. Hari ini giliran petugas dan warga binaan Lapas Narkotika. Semuanya, 2.263 warga binaan dan 235 petugas, kami periksa," jelas Mashudi.

Dia menegaskan, tidak akan ada toleransi. Siapa pun yang terbukti positif, baik itu narapidana maupun petugas, akan menghadapi sanksi berat sesuai aturan. "Tidak ada ampun," ucapnya dengan tegas. "Zero narkoba adalah harga mati bagi kami."

Menurutnya, program tes urin semacam ini tak hanya sekali. Ke depan, akan dilakukan secara berkala dan insidental di seluruh lapas dan rutan di Indonesia.

Komitmen 'Zero' di Dalam Tembok Penjara

Isu narkoba di lapas rupanya berkelindan dengan masalah lain: telepon genggam. Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Agus Andrianto, sudah menyoroti hal ini. Dalam sebuah kesempatan di Jakarta (8/5/2025), dia dengan lantang menyatakan, "Zero ponsel dan narkoba harga mati."

Pernyataannya itu bukan sekadar slogan. Dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di program Blak-blakan (18/6/2025), Agus membeberkan alasan di balik kebijakan keras tersebut.

Dia menjelaskan, ponsel sering menjadi penghubung utama peredaran narkoba dari dalam lapas. Karena itulah, instruksi 'zero HP, zero narkoba' terus digaungkan kepada jajaran Ditjen Pas.

"Komitmen kami mutlak. Semua kepala lapas di Indonesia harus memastikan tidak ada satu pun HP di dalam," tegas Agus.

"Termasuk untuk petugas yang sedang bertugas. Soalnya, seringkali oknum narapidana memanfaatkan celah lewat petugas. Dan untuk petugas yang terbukti terlibat, hukumannya tegas. Dari mutasi sampai proses pidana," imbuhnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar