Rok yang Tak Cocok Bongkar Pramugari Gadungan di Batik Air

- Kamis, 08 Januari 2026 | 15:50 WIB
Rok yang Tak Cocok Bongkar Pramugari Gadungan di Batik Air

Heboh di media sosial. Seorang penumpang wanita Batik Air tiba-tiba jadi sorotan karena penampilannya yang nyaris sempurna meniru pramugari maskapai tersebut. Dia terlihat begitu rapi, rambutnya disanggul, dengan pakaian yang benar-benar mirip seragam resmi.

Menurut sejumlah saksi, wanita ini berhasil lolos naik pesawat dari Palembang menuju Jakarta dengan gaya bak pramugari sungguhan. Tapi kecurigaan akhirnya muncul di tengah penerbangan. Salah satu awak kabin merasa ada yang tak beres dengan penampilannya.

Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, membenarkan kejadian ini. Laporan resminya masuk ke Satreskrim pada Selasa malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

"Piket Satreskrim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya satu orang wanita yang diduga pramugari gadungan memakai seragam maskapai Batik Air pada saat melakukan penerbangan Pesawat Batik Air ID 7058 rute Palembang (PLM)-Jakarta (CGK) pukul 18.20 WIB,"

Begitu penjelasan Septian, Kamis lalu.

Di udara, wanita yang belakangan diketahui bernama Khairun Nisa itu ditegur awak kabin. Masalahnya ada pada detail roknya.

"Wanita atas nama Khairun Nisa ditegur oleh cabin crew pesawat Batik Air karena diduga memiliki warna corak rok pramugari Batik yang berbeda dengan rok yang dikeluarkan oleh perusahaan PT Lion Grup,"

Kru pesawat tak tinggal diam. Mereka langsung melaporkan keamanan penerbangan atau Avsec. Begitu pesawat mendarat di Jakarta, Khairun Nisa langsung dibawa ke kantor polisi bandara untuk diperiksa lebih lanjut.

Namun begitu, ceritanya tidak berakhir dengan penahanan. Septian menegaskan bahwa pihak maskapai pun memilih untuk tidak memperkarakan hal ini secara hukum.

"Intinya yang bersangkutan tidak ditahan karena tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut,"

Jadi, meski sempat bikin ricuh, kasus ini berakhir cukup damai. Si wanita penumpang pun bisa bernapas lega.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar