Polresta Yogyakarta baru-baru ini berhasil membongkar sebuah sindikat penipuan daring yang beroperasi di wilayah Sleman. Yang mengejutkan, operasi mereka melibatkan sekitar dua ratus karyawan. Saat penggerebekan digelar, polisi berhasil mengamankan 64 orang di tempat kejadian.
Menurut Kompol Riski Adrian, Kasat Reskrim Polresta Jogja, semua ini berawal dari patroli siber. Timnya menemukan iklan lowongan kerja yang terasa janggal. Iklan itu terlihat terlalu sederhana: syarat utamanya cuma satu, bisa berbahasa Inggris. Tidak ada penjelasan lebih lanjut soal tugasnya.
"Kalau untuk rekrutmen mereka termasuk simpel, hanya bisa berbahasa Inggris saja, syaratnya. Kalau setahu mereka (karyawan) itu hanya sebagai customer service," ungkap Riski.
Penelusuran pun dilakukan. Dan pada Senin lalu, petugas akhirnya bergerak. Mereka menggerebek sebuah kantor di Jalan Gito Gati yang mengatasnamakan diri PT Altair Trans Service. Dari situ, 64 orang diamankan. Enam di antaranya kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Nah, soal jumlah karyawan yang diamankan itu, Riski memberi penjelasan. Rupanya, itu cuma sebagian. Saat penggerebekan, kebetulan yang sedang bertugas adalah shift pagi. Total pegawai di tempat itu, katanya, bisa mencapai 160 hingga 200 orang. Mereka yang diamankan kini berstatus saksi.
Artikel Terkait
Aceh Perpanjang Masa Darurat Bencana, Fokus pada Daerah Terisolasi
Mantan Dosen UIN Klaim Kebal Hukum, Beralas Status Pasien RSJ
Jokowi Terima Kunjungan Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis di Solo
Topeng Filantropis Terkuak: Taipan Kripto Diciduk di Kamboja Usai Tipu Korban Triliunan