Skandal baru mengguncang dunia politik Jepang. Seorang mantan gubernur, Tatsuji Sugimoto, kini berurusan dengan tuduhan pelecehan seksual yang serius. Yang membuat banyak orang tercengang, dia diduga mengirimkan lebih dari seribu pesan teks tak senonoh kepada para stafnya selama masa jabatannya.
Pria berusia 63 tahun itu akhirnya memilih mundur dari posisinya sebagai Gubernur Prefektur Fukui bulan lalu. Langkah pengunduran dirinya tak lepas dari tekanan yang kian membesar seiring merebaknya berbagai tuduhan terhadapnya.
Menurut sejumlah saksi, perilaku tak pantas ini terjadi berulang kali. Tuduhan-tuduhan itu pertama kali mencuat melalui sistem pelapor atau whistleblower yang ada di Jepang.
Laporan investigasi internal yang berhasil dilihat AFP cukup mengerikan. Tim penyelidik mengirim email ke sekitar 6.000 pejabat dan melakukan wawancara mendalam dengan 14 orang di antaranya. Hasilnya? Mereka menemukan bukti lebih dari 1.000 pesan teks yang isinya mengarah pada pelecehan seksual.
Artikel Terkait
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti