Skandal baru mengguncang dunia politik Jepang. Seorang mantan gubernur, Tatsuji Sugimoto, kini berurusan dengan tuduhan pelecehan seksual yang serius. Yang membuat banyak orang tercengang, dia diduga mengirimkan lebih dari seribu pesan teks tak senonoh kepada para stafnya selama masa jabatannya.
Pria berusia 63 tahun itu akhirnya memilih mundur dari posisinya sebagai Gubernur Prefektur Fukui bulan lalu. Langkah pengunduran dirinya tak lepas dari tekanan yang kian membesar seiring merebaknya berbagai tuduhan terhadapnya.
Menurut sejumlah saksi, perilaku tak pantas ini terjadi berulang kali. Tuduhan-tuduhan itu pertama kali mencuat melalui sistem pelapor atau whistleblower yang ada di Jepang.
Laporan investigasi internal yang berhasil dilihat AFP cukup mengerikan. Tim penyelidik mengirim email ke sekitar 6.000 pejabat dan melakukan wawancara mendalam dengan 14 orang di antaranya. Hasilnya? Mereka menemukan bukti lebih dari 1.000 pesan teks yang isinya mengarah pada pelecehan seksual.
Artikel Terkait
Normalisasi Sungai Cirarab Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2026
Vonis Kasus Korupsi Minyak Rp 285 Triliun Dijadwalkan Kamis Depan
Program Makan Bergizi di Serang Berlanjut, Siswa Terima Paket Bahan Makanan untuk Buka Puasa
Dua Belas Tokoh Elite Daftar sebagai Amicus Curiae Dukung Enam Terdakwa Korupsi Minyak