Di tengah hamparan sawah yang menguning di Karawang, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya yang mendalam. Sasaran utamanya adalah para petani, yang disebutnya sebagai pahlawan swasembada pangan negeri ini. "Saudara-saudara, saya sungguh bangga. Kalian adalah putra-putri terbaik bangsa yang membuktikan Indonesia bisa," ujarnya dengan penuh keyakinan dalam acara Panen Raya, Rabu (7/1/2026) lalu.
Namun begitu, nada bicaranya berubah ketika menyentuh soal kritik yang kerap dilayangkan kepada pemerintah. Ada sedikit rasa bingung dan keheranan yang terasa. Prabowo menyoroti sebagian elite yang menurutnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mencela daripada berkontribusi.
"Kerjanya cuma ngejek, hujat, fitnah. Nyinyir," katanya dengan nada tegas.
"Nggak ada ucapan selamat saat atlet kita berjuang. Nggak ada apresiasi untuk usaha pemerintah. Malah selalu nyinyir. Aneh, ya? Kesehatan jiwa mereka itu agak aneh menurut saya."
Dia mengaku tak terlalu paham dengan motivasi di balik sikap seperti itu. Menurutnya, kepintaran kelompok ini seolah hanya hidup di dunia maya. "Saya sendiri bingung. Tapi biarlah. Mereka itu sedikit, dan pintarnya cuma di sosial media. Nggak jelas juga. Jangan-jangan... mereka dibayar," imbuh Prabowo, menyisipkan keraguan yang cukup provokatif.
Artikel Terkait
Gunungan Sampah Ancam Permukiman di Belakang Pasar Kramat Jati
Isra Mikraj 2026 Jatuh 16 Januari, Berstatus Libur Nasional
Kaya Semu: Ketika Gengsi Mengalahkan Kemampuan Finansial
Insiden Tembakan oleh Agen Federal di Portland, Dua Korban Dilarikan ke RS