Udara di Yaman kembali memanas. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi melancarkan serangan baru-baru ini. Riyadh dengan tegas menyebut langkah ini sebagai "serangan pendahuluan terbatas." Tujuannya jelas: membendung laju kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab (UEA). Konflik di negara itu pun kian melebar.
Memang, situasinya sudah memanas sejak lama. Bulan lalu, kelompok separatis berhasil merebut wilayah yang cukup luas. Mereka menduduki sebagian besar Provinsi Hadramawt wilayah yang berbatasan langsung dengan Saudi dan berhasil mengusir pasukan pemerintah Yaman yang selama ini didukung oleh Riyadh.
Namun begitu, momentum itu tak berlangsung lama. Pekan lalu, giliran koalisi Saudi yang bergerak. Rentetan serangan udara yang gencar, ditambah serangan balasan di darat, berhasil memukul mundur pasukan separatis dari wilayah yang baru mereka kuasai.
Menurut pernyataan resmi koalisi yang dikutip AFP, Rabu (7/1/2026), serangan terbaru ini adalah upaya pencegahan. Mereka ingin menghentikan pemimpin separatis, Aidaros Alzubidi, yang dinilai berpotensi "meningkatkan konflik" dan memperluasnya ke wilayah Aldhale.
Artikel Terkait
Isra Mikraj 2026 Jatuh 16 Januari, Berstatus Libur Nasional
Kaya Semu: Ketika Gengsi Mengalahkan Kemampuan Finansial
Insiden Tembakan oleh Agen Federal di Portland, Dua Korban Dilarikan ke RS
Ritual Malam Tanjung Priok: Truk Kontainer Lumpuhkan Cakung-Cilincing