"Kita tidak menutup jalan. Jalur cepat tetap dibuka penuh. Memang agak terganggu sedikit di jalur lambat," jelasnya.
Untuk meminimalisir kekacauan, pembongkaran akan digelar malam hari. Tahap awal, tenaga dari internal Bina Marga yang akan turun tangan. "Awal kita pakai satgas kita. Bina Marga harus siap," ucap Heru.
Nah, setelah tiang-tiang raksasa itu raib, Pemprov tak akan berhenti di situ. Mereka langsung akan menata ulang jalan dan trotoar di sisi timur Rasuna Said agar tampak sama rapi dengan sisi barat. Konsep pemisah jalur cepat dan lambat pun akan dihapus.
"Jadi jalannya nanti nyatu. Sama seperti Rasuna Said sisi barat, ada satu jalur busway dan tiga jalur reguler," paparnya.
Proyek penataan sepanjang 3,5 kilometer ini tentu butuh dana tak sedikit. Anggaran sekitar Rp 100 miliar dari APBD 2026 sudah disiapkan. Lalu, bagaimana nasib besi-besi bekas tiang monorel itu?
Heru menegaskan, itu tetap aset PT Adhi Karya. "Tiangnya aset Adhi Karya, tanahnya aset Pemprov. Kalau sudah dibongkar, besi-besinya kita kembalikan ke Adhi Karya. Detailnya nanti akan kita rapatkan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Sinergi Polisi dan Warga Sukses Tekan Tawuran di Jakarta Selama Ramadan
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Cisadane Bogor
Operasi Tewaskan Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko
Korlantas Siapkan Pos Pemeriksaan Bus dan Travel di Tol Cipali untuk Mudik 2026