Bagi yang berhalangan, ada pelaksanaan susulan pada 11 - 17 Mei. Pengolahan hasil dilakukan seminggu setelahnya, dan pengumuman resmi dijadwalkan pada 24 Mei 2026. Cukup padat, ya.
Esensi TKA: Bukan untuk Lulus, Tapi untuk Memperbaiki
Di sisi lain, ada pesan penting yang harus digarisbawahi. Menurut laman resmi Kemendikdasmen, TKA ini sama sekali tidak menentukan kelulusan dan sifatnya tidak wajib. Tujuannya lebih ke arah pemetaan kondisi capaian belajar murid.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan hal ini.
“TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah,” jelasnya.
Pernyataan serupa datang dari Kepala BSKAP, Toni Toharudin. Ia menambahkan bahwa TKA dirancang sebagai alat diagnosis nasional untuk membaca kemampuan murid dengan lebih adil dan kontekstual.
“Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir. Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar,” kata Toni.
Ia juga menyebut bahwa seluruh proses akan berbasis komputer, tapi dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur di daerah. “Mekanisme penyesuaian akan disiapkan untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan,” tutupnya.
Jadi, intinya, TKA ini lebih seperti cek kesehatan untuk dunia pendidikan. Hasilnya diharapkan bisa jadi peta jalan untuk perbaikan ke depannya, bukan sekadar angka di kertas.
Artikel Terkait
KPK Panggil Anggota DPRD Bekasi untuk Perkuat Kasus Bupati Nonaktif
Jaksa Italia Selidiki Tragedi Bar Swiss yang Tewaskan 40 Orang
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Bupati Bekasi dan Wakil Ketua DPRD
Tragedi di Gaza: Drone Israel Tewaskan Empat Anak dalam Serangan ke Tenda Pengungsi