Happy Water Beraroma Buah di Apartemen Mewah Ancol, Sindikat Narkoba Pakai Liquid Vape dan Minuman Kemasan

- Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15 WIB
Happy Water Beraroma Buah di Apartemen Mewah Ancol, Sindikat Narkoba Pakai Liquid Vape dan Minuman Kemasan

Operasi penggerebekan di sebuah apartemen mewah di Ancol, Jakarta Utara, berhasil mengungkap praktik yang mengerikan. Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap empat orang yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkoba. Yang membuatnya berbahaya, sindikat ini ternyata memproduksi "happy water" yang dikemas licik dalam botol minuman berasa dan liquid untuk vape, berisi zat berbahaya etomidate.

Keempat tersangka itu berinisial HS, DM, PS, dan HSN. Menurut Plt Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, masing-masing punya peran spesifik dalam bisnis haram ini.

"Petugas mengamankan empat orang tersangka yang masing-masing memiliki peran sebagai kurir, peracik atau pembiaya," jelas Budi saat jumpa pers di lokasi, Selasa lalu.

Semua berawal dari kewaspadaan tim di pintu masuk. Pengawasan keimigrasian dan pemeriksaan kepabeanan terhadap penumpang dari Malaysia membuahkan hasil. Dua orang, HS dan DM, diamankan setelah barang bawaannya dicurigai mengandung MDMA dan etomidate.

Dari interogasi, keduanya mengaku bertugas sebagai kurir. Tugasnya spesifik: mengambil bahan kimia terlarang dari China dan menyelundupkannya masuk ke Indonesia.

"Menurut pengakuan tersangka ada kurir yang bertugas khusus untuk mengambil barang itu dan membawa masuk ke Indonesia," ujar Budi.

Temuan ini langsung dikembangkan. Tak butuh waktu lama, dua orang lainnya, PS dan HSN, berhasil diamankan. Mereka diduga adalah otak di lapangan, yang mengatur operasional dan peracikan.

"Sementara yang perempuan ini (PS) perannya adalah yang meracik sekaligus mengendalikan kegiatan itu," tegas Budi.

Di apartemen itu, penyidik bergerak cepat. Mereka menginterogasi pelaku sambil mengumpulkan barang bukti. Hasilnya cukup mencengangkan: petugas menyita 2.010 kemasan serbuk minuman berasa dan 85 cartridge vape yang siap diedarkan.

Lalu, dari mana mereka belajar meracik narkoba jenis ini? Penyidik masih mendalami motif dan pelatihannya. Namun begitu, Budi menyebut praktik ini sudah berjalan setidaknya sejak September tahun lalu.

"Menurut pengakuan yang bersangkutan, belajar (meracik narkotika) itu baru tiga bulan," ungkapnya.

Tapi lihatlah skala produksinya. Dari barang bukti yang ada, sindikat ini diduga mampu memproduksi ribuan cartridge liquid vape bercampur narkotika. Angkanya bisa fantastis.

"Dengan asumsi satu cartridge dapat dikonsumsi oleh 3 hingga 5 orang, pengungkapan ini diperkirakan telah menyelamatkan ribuan hingga puluhan ribu generasi muda dari paparan narkotika," lanjutnya.

Jaringannya diduga tak main-main. Ada indikasi kuat keterlibatan jaringan internasional. Bahkan, BNN sudah memasukkan beberapa nama dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"(DPO) Masing-masing berinisial CY (WNA), ZQ (WNA), dan H," tutur dia.

Atas perbuatannya, keempat tersangka kini terancam hukuman berat berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Masa depan mereka suram, sementara pihak berwajib masih terus memburu para buronan yang masih berkeliaran.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar