"Negara seperti China dan Rusia dapat dipastikan akan mengutuk serangan AS ke Venezuela. Dalam konteks ini perlu juga dinantikan posisi Indonesia. Apakah akan mengutuk atau membenarkan tindakan AS," paparnya.
Puncak dari Tekanan Berbulan-bulan
Operasi penangkapan Maduro ini bukan datang tiba-tiba. Ini adalah puncak dari tekanan berbulan-bulan pemerintahan Trump terhadap Caracas. Pada Sabtu (3/1) dini hari, pasukan AS bergerak. Serangan itu berujung pada ditangkapnya Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, untuk kemudian dibawa ke Amerika.
Trump sejak lama mendesak Maduro turun dan menuduhnya melindungi kartel narkoba. Tuduhan itu berat: bahwa Maduro dan jaringan narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian akibat narkoba di AS.
Catatan operasi AS sebenarnya sudah berjalan. Sejak September 2025, lebih dari 100 orang tewas dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela. Para ahli hukum internasional melihat, pola aksi sepihak AS ini sudah lama bermasalah, berpotensi melanggar hukum nasional mereka sendiri maupun hukum internasional.
Kini, setelah aksi paling berani itu terjadi, bola ada di pihak masyarakat global. Kecaman sejumlah pemimpin dunia sudah bergema. Tapi langkah selanjutnya, masih jadi teka-teki.
Artikel Terkait
Iran Setujui Gencatan Senjata Dua Pekan, Perundingan Damai dengan AS Segera Dimulai di Islamabad
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI Setelah 34 Tahun
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT Jawa Timur
Harga Emas Anjlok 12% pada Maret 2026, Catat Bulan Terburuk Sejak 2013