Wamendagri Bantah Isu Arahan Prabowo Tanam Sawit di Papua

- Senin, 05 Januari 2026 | 20:50 WIB
Wamendagri Bantah Isu Arahan Prabowo Tanam Sawit di Papua

Isu soal arahan penanaman kelapa sawit di Papua akhirnya mendapat klarifikasi. Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, dengan tegas membantah kabar yang beredar. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sama sekali tidak memerintahkan hal spesifik seperti itu.

“Ada opini yang sementara berkembang bahwa ada arahan Bapak Presiden untuk menanam sawit di Papua. Itu tidak benar,”

kata Ribka dalam pernyataannya, Senin (5/1/2026).

Pernyataan ini merujuk pada pertemuan besar di Istana Negara pertengahan Desember lalu. Kala itu, Presiden bertemu dengan para menteri serta seluruh kepala daerah dari enam provinsi dan puluhan kabupaten/kota se-Tanah Papua. Inti pembahasannya bukan tentang sawit, melainkan upaya serius untuk menyamakan persepsi dan mempercepat pembangunan di wilayah timur Indonesia itu.

Memang, kelapa sawit disebut sebagai salah satu komoditas bernilai ekonomi. Namun begitu, Ribka menegaskan bahwa ia bukanlah satu-satunya pilihan. Pemerintah daerah justru punya banyak alternatif lain yang bisa digarap.

Di sisi lain, fokus utama sebenarnya adalah ketahanan pangan. Ribka menyebut sejumlah komoditas lokal yang potensial dikembangkan, seperti sagu, singkong, padi, hingga talas dan aneka umbi-umbian. Barang-barang ini tak cuma untuk dimakan. Dengan pengolahan yang tepat, mereka bisa jadi produk turunan bernilai tambah tinggi, bahkan sumber energi alternatif seperti etanol.

“Bukan Bapak Presiden mengatakan bupati atau wali kota harus tanam ini-ini, tidak,”

paparnya lebih lanjut.

“Beliau menyampaikan itu supaya membuka wawasan, ada pemahaman yang sama. Jadi tujuannya adalah menyarankan para kepala daerah untuk lebih khusus memperhatikan program ketahanan pangan.”


Halaman:

Komentar