Bagi Pramono, gelombang pengunjung ini adalah sinyal yang sangat positif. Planetarium memang bukan sekadar tempat hiburan, tapi juga pusat edukasi yang penting. Namun begitu, dia menegaskan bahwa penambahan kapasitas harus tetap mempertimbangkan kenyamanan dan tentu saja, keselamatan pengunjung. Tidak bisa asal penuh.
Ribuan Warga Berebut Tiket
Gambaran antusiasme itu sangat nyata. Coba lihat saja pada Sabtu (3/1) lalu. Sejak pagi buta, warga sudah berdatangan, berharap bisa mendapat tiket on the spot. Antrean mengular begitu masuk area. Padahal, petugas sudah membatasi jumlah pembeli tiket langsung sesuai kuota yang ada.
Faktanya, tiket untuk semua sesi di hari Sabtu itu sudah ludes terjual. Baik yang online maupun yang di lokasi. Habis total.
Meski pengumuman “tiket habis” terus disampaikan, tetap saja banyak warga yang masih datang. Petugas keamanan pun kewalahan memberi penjelasan yang sama. Rupanya, daya tarik Planetarium setelah puluhan tahun ‘tidur’ ini benar-benar luar biasa. Sebuah masalah yang, jujur saja, menyenangkan untuk dihadapi.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen