Antrian panjang sudah jadi pemandangan biasa di Planetarium Jakarta sejak dibuka kembali akhir Desember lalu. Setelah tutup belasan tahun, antusiasme warga ternyata meledak-ledak. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pun angkat bicara. Ia mengaku sedang mempertimbangkan langkah konkret untuk menampung minat besar ini, terutama dengan menambah jumlah pertunjukan dan mengubah sistem penjualan tiket.
“Jadi Planetarium ini, kan, semua orang rupanya ingin hadir ya,” ujar Pramono Anung saat ditemui wartawan di Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
“Sekarang ini empat show. Ada permintaan nambah satu show kembali,” tambahnya.
Rencananya, tak cuma pertunjukan yang bakal ditambah. Pemerintah Provinsi DKI juga sedang mengevaluasi sistem tiket yang selama ini didominasi penjualan online. Nantinya, kuota untuk pembelian langsung di lokasi akan diperbesar. Tujuannya jelas: agar mereka yang datang spontan tanpa booking sebelumnya tetap punya peluang untuk masuk.
“Kemudian tiketnya tidak semuanya secara online. Kemarin sudah kita buatkan,” jelas Pramono.
“Sekarang kami sedang mempertimbangkan untuk dibagi lah. Show-nya ditambah, tetapi juga tiketnya yang orang datang langsung diperbanyak.”
Bagi Pramono, gelombang pengunjung ini adalah sinyal yang sangat positif. Planetarium memang bukan sekadar tempat hiburan, tapi juga pusat edukasi yang penting. Namun begitu, dia menegaskan bahwa penambahan kapasitas harus tetap mempertimbangkan kenyamanan dan tentu saja, keselamatan pengunjung. Tidak bisa asal penuh.
Ribuan Warga Berebut Tiket
Gambaran antusiasme itu sangat nyata. Coba lihat saja pada Sabtu (3/1) lalu. Sejak pagi buta, warga sudah berdatangan, berharap bisa mendapat tiket on the spot. Antrean mengular begitu masuk area. Padahal, petugas sudah membatasi jumlah pembeli tiket langsung sesuai kuota yang ada.
Faktanya, tiket untuk semua sesi di hari Sabtu itu sudah ludes terjual. Baik yang online maupun yang di lokasi. Habis total.
Meski pengumuman “tiket habis” terus disampaikan, tetap saja banyak warga yang masih datang. Petugas keamanan pun kewalahan memberi penjelasan yang sama. Rupanya, daya tarik Planetarium setelah puluhan tahun ‘tidur’ ini benar-benar luar biasa. Sebuah masalah yang, jujur saja, menyenangkan untuk dihadapi.
Artikel Terkait
Kecelakaan Dua Bus Transjakarta Koridor 13 Lukai 23 Penumpang
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka
Kadin Sumut Apresiasi Capaian Satu Tahun Pemerintahan Bobby-Surya
Kebakaran Hanguskan Puluhan Kios di Pasar Rebo Purwakarta Dini Hari