Seorang mantan jenderal Angkatan Udara Filipina akhirnya ditangkap. Dia dituduh telah menghasut, mendorong militer untuk meninggalkan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Penangkapan ini menambah daftar panjang ketegangan politik di negara itu.
Menurut laporan AFP, Senin (5/1/2026), yang bersangkutan adalah Romeo Poquiz. Ia diamankan oleh aparat kepolisian di Bandara Internasional Manila, tepat pada hari Senin waktu setempat. Penangkapan terjadi tak lama setelah Poquiz secara terbuka menyerukan agar Angkatan Bersenjata Filipina menarik dukungan mereka dari Marcos Jr. Seruan itu muncul di tengah skandal korupsi yang terus melebar.
Jonvic Remulla, Sekretaris Departemen Dalam Negeri Filipina, memberikan konfirmasi kepada AFP.
"Dia ditangkap atas tuduhan penghasutan sehubungan dengan pernyataannya baru-baru ini. Dia ditangkap saat tiba dari Bangkok pagi ini," jelas Remulla.
Menurutnya, Poquiz baru saja kembali dari liburan di Thailand.
Artikel Terkait
Pemprov Kepri Bantah Isu Penghentian Total Ferry Malaysia-Tanjungpinang
UU HKPD Ancam TPP Ribuan ASN di Bangka Barat
Bangka Belitung Terapkan WFH untuk ASN, Layanan Publik Tetap Berjalan
Wisatawan Tewas Hanyut di Air Terjun Tibu Ijo Lombok Barat