Mantan Jenderal AU Filipina Ditangkap Usai Serukan Militer Tinggalkan Marcos Jr.

- Senin, 05 Januari 2026 | 15:15 WIB
Mantan Jenderal AU Filipina Ditangkap Usai Serukan Militer Tinggalkan Marcos Jr.

Seorang mantan jenderal Angkatan Udara Filipina akhirnya ditangkap. Dia dituduh telah menghasut, mendorong militer untuk meninggalkan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Penangkapan ini menambah daftar panjang ketegangan politik di negara itu.

Menurut laporan AFP, Senin (5/1/2026), yang bersangkutan adalah Romeo Poquiz. Ia diamankan oleh aparat kepolisian di Bandara Internasional Manila, tepat pada hari Senin waktu setempat. Penangkapan terjadi tak lama setelah Poquiz secara terbuka menyerukan agar Angkatan Bersenjata Filipina menarik dukungan mereka dari Marcos Jr. Seruan itu muncul di tengah skandal korupsi yang terus melebar.

Jonvic Remulla, Sekretaris Departemen Dalam Negeri Filipina, memberikan konfirmasi kepada AFP.

"Dia ditangkap atas tuduhan penghasutan sehubungan dengan pernyataannya baru-baru ini. Dia ditangkap saat tiba dari Bangkok pagi ini," jelas Remulla.

Menurutnya, Poquiz baru saja kembali dari liburan di Thailand.

Di sisi lain, dalam sebuah konferensi pers, Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Filipina Jose Nartatez menyebut penangkapan ini berdasarkan surat perintah yang telah terbit sejak 5 Desember. Prosedurnya sudah berjalan sesuai aturan.

Yang menarik, sang mantan jenderal berusia 67 tahun itu justru mengonfirmasi sendiri penangkapannya. Ia membuat unggahan di Facebook yang cukup blak-blakan.

"Saya ditangkap (oleh Kelompok Investigasi dan Deteksi Kriminal Kepolisian Nasional Filipina) di Terminal Bandara ... Hidup Filipina!" tulis Poquiz.

Dari unggahan itu juga diketahui, ia kemudian dibawa ke markas besar polisi di Camp Crame, Manila. Situasinya memang panas, dan kasus ini kemungkinan besar akan terus bergulir.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar