Lalu, apakah intervensi militer ala Venezuela akan diterapkan juga ke Kolombia? Pertanyaan itu dijawabnya dengan santai. "Kedengarannya bagus bagi saya," kata pemimpin Partai Republik itu. Ia lalu mengklaim, tanpa menyertakan bukti, "Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang."
Tanggapan Petro pun datang tak lama kemudian. Ia membantah semua tuduhan itu dengan menyatakan namanya bersih dari catatan pengadilan mana pun. Lewat sebuah unggahan di platform X, ia menyampaikan pesan langsung.
Petro merasa cara ancaman Trump itu tidak pantas. "Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian," tegasnya.
Sebelumnya, Petro memang dikenal sebagai kritikus vokal terhadap kebijakan Trump di kawasan ini. Ia mengecam aksi militer Washington di Venezuela, yang dinilainya sebagai penculikan terhadap Maduro tanpa dasar hukum yang jelas. Kini, ketegangan antara kedua pemimpin itu kian meruncing.
Artikel Terkait
Pemerintah Tanggung Kenaikan Biaya Avtur Haji 2026, Biaya Jemaah Tetap Turun
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan