Gustavo Petro tak terima. Presiden Kolombia itu melontarkan penolakan keras terhadap ancaman yang baru saja dilayangkan Donald Trump. Mantan presiden AS itu bahkan mencap Petro sebagai pengedar narkoba sebuah tuduhan yang langsung dibantah habis-habisan.
Semuanya berawal dari aksi militer AS di Venezuela. Menurut laporan, pasukan Amerika Serikat menggempur Caracas pada dini hari Sabtu (3/1). Serangan mendadak itu membombardir sejumlah target militer, dengan tujuan menggulingkan Nicolas Maduro. Situasi di kawasan itu pun langsung memanas.
Nah, dari sinilah ancaman Trump meluas. Saat berbicara dengan awak media di dalam Air Force One pada Minggu (4/1), ia mengalihkan sorotan ke Kolombia. Dengan nada yang sama, Trump menyebut negara tetangga Venezuela itu "sangat sakit".
Trump bahkan menambahkan, "Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama."
Artikel Terkait
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali
Doktif Tuntut Penyitaan Akun Medsos dr Richard Lee di Polda Metro
Washington Klaim Kendali Penuh atas Venezuela, Minyak Jadi Taruhan Utama
Pemeriksaan dr. Richard Lee Dihentikan Dini Hari, Kesehatan Tersangka Memburuk