Senin pagi itu, suasana di Pengadilan Tipikor Jakarta mulai ramai. Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek itu, akhirnya tiba. Dia menghadapi sidang pembacaan dakwaan untuk kasus yang ramai diperbincangkan: pengadaan laptop Chromebook dan perangkat CDM di kementeriannya dulu.
Sekitar pukul 10.18 WIB, pria itu melangkah masuk ke ruang sidang. Ia memakai kemeja hijau muda yang terlihat cerah. Ekspresinya? Tenang. Bahkan sesekali, senyum tipis mengembang di wajahnya, disusul dengan sikap tangan yang ditangkupkan ke arah para wartawan yang sudah menunggu.
“Alhamdulillah sehat,”
ucap Nadiem singkat, menjawab pertanyaan tentang kondisinya, sebelum kemudian berbalik menghadapi proses hukum yang menantinya.
Begitu dia masuk, ruangan langsung riuh. Tepuk tangan dan teriakan dukungan memenuhi udara. Yang menarik, bukan hanya pengacara atau pendukung biasa yang hadir. Di antara kerumunan, terlihat juga sejumlah driver ojek online yang sengaja datang untuk menyemangati mantan bos mereka dulu.
Suasana jadi sedikit cair meski nuansa sidang korupsi tetap terasa berat. Di sisi lain, kedatangan para driver ini seolah memberi warna lain pada persidangan hari pertama itu. Mereka hadir langsung, menunjukkan solidaritas yang mungkin tak terduga bagi sebagian orang.
Artikel Terkait
LPDP Sayangkan Pernyataan Kontroversial Alumni Soal Kewarganegaraan Anak di Media Sosial
Harga Emas Batangan 8 Merek Terpopuler di Indonesia, Antam Tertinggi Rp3,3 Juta per Gram
Syuting Film Netflix Extraction: Tygo di Kemang Picu Kerumunan Warga
Ci Mehong Gugat Cerai Suami Setelah 15 Tahun, Beban Finansial Jadi Pemicu