Pemerintah Indonesia akhirnya angkat bicara. Ini menyusul aksi pasukan Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Lewat Kementerian Luar Negeri, Indonesia mendesak semua pihak untuk lebih memilih jalan dialog.
“Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional,”
Demikian pernyataan resmi Kemlu yang disampaikan melalui akun X pada Senin (5/1/2025).
Tak cuma itu, pemerintah juga menyuarakan keprihatinan mendalam. Mereka melihat eskalasi di Venezuela pasca serangan dan penangkapan Maduro ini sangat berbahaya. Menurut mereka, tindakan semacam ini berisiko besar mengganggu stabilitas kawasan. Bahkan bisa melemahkan prinsip kedaulatan negara yang jadi fondasi hubungan internasional.
“Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya,” tegas pernyataan itu lagi.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT Jawa Timur
Harga Emas Anjlok 12% pada Maret 2026, Catat Bulan Terburuk Sejak 2013
Presiden Prabowo Akan Temui Putin di Moskow Bahas Geopolitik dan Energi
Gaji Pensiunan PNS Masih Berpatokan pada PP No 8 Tahun 2024, Belum Ada Kenaikan