Secara keseluruhan, angka kecelakaan lalu lintas di periode Nataru tahun ini turun sekitar tujuh persen. Bagi Agus, ini adalah salah satu indikator kesuksesan Operasi Lilin 2025. "Ini cukup bagus," katanya. Keberadaan kebijakan pelarangan itu bukan cuma memperlancar arus, tapi juga erat kaitannya dengan keselamatan berkendara.
Namun begitu, penerapan SKB truk sumbu tiga sempat mengalami penyesuaian. Kakorlantas mengaku ada perubahan karena munculnya kebijakan work from anywhere atau WFA. Rupanya, serangkaian kebijakan ini membuat periode mudik dan arus balik masyarakat jadi lebih tersebar. Alhasil, lalu lintas pun lebih terkendali.
"Ini juga penting sekali," sambung Agus menekankan.
Baginya, operasi Natal dan Tahun Baru pada hakikatnya adalah operasi keselamatan. Poin yang paling utama adalah terjaminnya keselamatan dan kelancaran lalu lintas, tanpa mengabaikan keamanan dan ketertiban umum.
Artikel Terkait
Gangguan Listrik PLN Sempat Lumpuhkan Layanan MRT Jakarta
Pemkab Serang Pindahkan Rekening Kas Daerah ke Bank Banten
Rano Karno Siap Pindah Kantor ke Kota Tua untuk Awasi Revitalisasi
Sekda Pekalongan Diperiksa Kembali, KPK Perkuat Kasus Bupati Fadia Arafiq