Operasi militer rahasia Amerika Serikat di Venezuela akhirnya mencapai puncaknya. Presiden Nicolas Maduro berhasil ditangkap. Menurut laporan, CIA dan pasukan elit Delta Force terlibat langsung dalam merancang dan menjalankan misi ini.
Kejadiannya berlangsung Sabtu dini hari, tepatnya tanggal 3 Januari. Anggota Delta Force pasukan khusus andalan AS yang melaksanakan penangkapan. Berita ini pertama kali dikonfirmasi oleh CBS News dan BBC pada hari Minggu.
Jaringan intelijen AS ternyata cukup dalam. Menurut sejumlah saksi, sumber CIA di dalam pemerintahan Venezuela sendiri yang membantu melacak keberadaan Maduro hingga detik-detik terakhir. Ini bukan kerja instan, melainkan bagian dari operasi besar yang sudah dirancang matang.
Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan AS, memberikan pernyataan resmi. Operasi yang dinamai 'Absolute Resolve' ini, katanya, sudah dipersiapkan berbulan-bulan.
"Kami menunggu momen yang tepat, termasuk kondisi cuaca," ujarnya.
Lebih dari 150 pesawat dikerahkan untuk membawa pasukan menuju Caracas. Mereka tiba di kompleks kepresidenan sekitar pukul 02.01 pagi waktu setempat. Trump menggambarkan tempat itu seperti benteng yang sulit ditembus.
Artikel Terkait
Golkar Tegaskan Syarat: Pilkada Lewat DPRD Harus Libatkan Rakyat
Sampah Menumpuk di Balik Meja Wali Kota, Mahasiswa Geruduk Balai Kota Tangsel
Prabowo Bercanda soal Kekuatan Koalisi, Sebut PKB Harus Diawasi
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Usai Materi Stand Up Comedy Mens Rea