Minggu pagi di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, terasa berbeda. Bukan hanya karena cuaca. Tampak sejumlah personel Brimob Polda Metro Jaya berjaga di beberapa titik. Mereka ada di sana bukan tanpa alasan. Kegiatan ini sengaja digelar untuk mengantisipasi potensi tawuran warga yang kerap mengancam ketenangan kawasan itu.
Lokasi ini dipilih berdasarkan laporan dari warga sendiri. Ada informasi tentang kerawanan konflik sosial yang sewaktu-waktu bisa meledak. Jadi, ini upaya mencegah sebelum segala sesuatunya terjadi.
Latar belakangnya jelas. Insiden masih segar dalam ingatan. Dini hari tanggal 2 Januari 2025 lalu, tepatnya di depan Bassura, Jalan Basuki Rahmat, dua kelompok warga bentrok. Bentrokannya bahkan berulang kali dalam satu malam yang sama. Suasana mencekam sempat menyelimuti wilayah tersebut.
Merespon hal itu, Brimob pun turun tangan. Kombes Pol Henik Maryanto, selaku Dansat Brimob Polda Metro Jaya, menekankan pentingnya pendekatan preventif. Baginya, menjaga stabilitas keamanan tidak bisa hanya dengan menunggu laporan.
"Kehadiran kami di tengah masyarakat ini bentuk nyata pelayanan. Kami ingin mencegah, bukan sekedar merespons. Sekaligus bisa bergerak cepat jika ada potensi gangguan," ujar Henik.
Artikel Terkait
Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Mulai Dikeruk, Ditargetkan Rampung dalam Lima Hari
Kyiv Berduka Lagi, Tiga Nyawa Melayang dalam Serangan Malam
Warga Kramat Jati Tersiksa, Sampah Pasar Induk Menggunung Tak Terangkut
Beijing Murka, Washington Pamer Kekuatan: Penangkapan Maduro Picu Ketegangan Baru