Reaksi keras datang dari Teheran. Ini menyusul ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal kesiapan AS "bertindak" untuk "menyelamatkan" para demonstran di Iran. Bagi otoritas setempat, pernyataan itu bukan sekadar komentar. Mereka melihatnya sebagai bentuk intervensi yang tak bisa diterima.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tak menunggu lama untuk menanggapi. Lewat sebuah unggahan di media sosial X pada Jumat waktu setempat, dia menyebut ancaman Trump itu "ceroboh dan berbahaya".
Dia juga berusaha melukiskan suasana unjuk rasa yang terjadi. Menurutnya, aksi protes di Teheran dan kota-kota lain itu sebagian besar berlangsung damai. Tak lupa, dia menyelipkan sindiran. Araghchi mengingatkan soal langkah Trump sendiri yang pernah mengerahkan Garda Nasional untuk menangani kerusuhan di sejumlah kota besar AS.
Artikel Terkait
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan
WFH Aparatur Pemerintah: Disiplin dan Digitalisasi Kunci Jaga Kualitas Pelayanan Publik
Imigrasi Amankan Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Merauke via Pesawat Pribadi