Reaksi keras datang dari Teheran. Ini menyusul ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal kesiapan AS "bertindak" untuk "menyelamatkan" para demonstran di Iran. Bagi otoritas setempat, pernyataan itu bukan sekadar komentar. Mereka melihatnya sebagai bentuk intervensi yang tak bisa diterima.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tak menunggu lama untuk menanggapi. Lewat sebuah unggahan di media sosial X pada Jumat waktu setempat, dia menyebut ancaman Trump itu "ceroboh dan berbahaya".
Dia juga berusaha melukiskan suasana unjuk rasa yang terjadi. Menurutnya, aksi protes di Teheran dan kota-kota lain itu sebagian besar berlangsung damai. Tak lupa, dia menyelipkan sindiran. Araghchi mengingatkan soal langkah Trump sendiri yang pernah mengerahkan Garda Nasional untuk menangani kerusuhan di sejumlah kota besar AS.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Soroti Tawuran Berulang di Manggarai: Kami Duga Ada yang Membenturkan
Habiburokhman Bantah Kritik KUHP Baru: Banyak Penggugat Tak Paham Isi Lengkapnya
Bus Hangus di Tol Jakarta-Cikampek, Lalu Lintas Tersendat 2 Kilometer
Nadiem Bantah Dakwaan Korupsi: Kekayaan Saya dari Saham GoTo, Bukan Uang Negara