Bandara Soekarno-Hatta ramai Sabtu pagi itu. Tapi keramaiannya bukan dari para turis, melainkan dari lebih seribu praja IPDN yang bersiap diberangkatkan. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir melepas mereka, menuju Aceh Tamiang yang porak-poranda. Usai acara, Tito membocorkan sedikit arahan terbaru dari Presiden Prabowo Subianto soal penanganan bencana.
Rupanya, dalam sebuah diskusi yang cukup panjang, Presiden punya ide yang cukup menarik. Beliau mendorong agar tak hanya IPDN, tapi sekolah-sekolah kedinasan lain juga turun langsung ke lokasi bencana.
Kata Tito, Presiden melihat ini sebagai langkah strategis. Di satu sisi, para taruna dan praja punya keahlian spesifik yang bisa langsung dipraktikkan di lapangan. Di sisi lain, mereka mendapat pengalaman nyata yang tak ternilai harganya. Sebuah pembelajaran yang hidup, langsung dari medan sesungguhnya.
Misalnya saja, sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan. Mereka bisa mengevaluasi kerusakan pada bandara atau pelabuhan. Atau taruna dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, bisa fokus membantu pemulihan di wilayah pesisir dan komunitas nelayan yang terpukul.
Artikel Terkait
Sepuluh Tahun Berjualan Tikar di Ragunan, Kisah Dede dan Setumpuk Harapan di Hari Libur
Operasi AS di Caracas: Penangkapan Maduro dan Pertanyaan Hukum yang Menggantung
Patung Macan Kuda Nil di Kediri Jadi Magnet Wisata, Ekonomi Warga Melejit
Siaga Arus Balik, Sistem Satu Arah di Puncak Dimajukan Lebih Cepat