Namun begitu, pemulihan tak cuma soal air surut atau bangunan berdiri lagi. Bagi Mendagri, ukurannya lebih dari itu. "Pulih itu ketika pemerintahan daerah berjalan normal dan ekonomi hidup kembali," jelas Tito. Aktivitas di pasar, restoran, warung, hingga hotel harus bergerak lagi. Itu tandanya.
Dua minggu lalu, tanda-tanda itu nyaris tak terlihat di Aceh Tamiang. Tapi dalam kunjungan terakhirnya, ada secercah harapan. "Sebagian kecil warung dan restoran sudah buka, pemerintahan juga mulai bersih," katanya. Sayangnya, itu belum cukup. Dampak kerusakannya memang teramat luas.
Menyikapi hal itu, pemerintah pusat tak tinggal diam. Penguatan personel dan sumber daya digenjot. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memberangkatkan 1.138 Praja IPDN. Mereka ditugaskan untuk membantu membersihkan kantor pemerintahan, menghidupkan layanan publik, dan mendampingi aparat setempat yang juga ikut terdampak. Upaya gotong royong besar-besaran ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan di tanah yang berbentuk mangkuk itu.
Artikel Terkait
Trump Klaim Saksikan Langsung Penangkapan Maduro dari Ruangannya di Mar-a-Lago
Tragedi di Tanjung Priok: Satu Kelarga Tewas, Hanya Seorang Anak Bertahan
Venezela Tuding AS Serang Permukiman Sipil, Ancang Balas Dendam
Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Picu Kebakaran Maut di Bar Swiss