"Kami baru memulai penyelidikan kami, tetapi ini adalah resor ski terkenal internasional dengan banyak turis," tambah Lathion. Ia juga menyebut bahwa pusat bantuan khusus telah didirikan untuk mendukung keluarga korban.
Dampaknya sungguh mengerikan. Komandan Polisi setempat, Frederic Gisler, memberikan angka yang memilukan pada Jumat. "Kami menghitung sekitar 40 orang telah meninggal dan sekitar 115 orang terluka, sebagian besar dari mereka mengalami luka serius."
Gambar-gambar dari lokasi bencana menunjukkan bangunan yang nyaris habis dilalap si jago merah, dikelilingi oleh kendaraan darurat. Operasi penyelamatan sendiri masih terus berjalan. Untuk mendukung upaya itu, area di sekitar lokasi benar-benar ditutup dan zona larangan terbang diberlakukan di atas Crans-Montana.
Resor eksklusif yang terletak di jantung Pegunungan Alpen ini, tak jauh dari ikon Matterhorn, kini berduka. Suasana liburan yang seharusnya riang, berubah jadi pilu oleh tragedi di awal tahun 2026 ini.
Artikel Terkait
Legenda Persija dan Timnas Era 70-an, Sutan Harhara, Meninggal Dunia
Kaesang Soroti Banyak Mantan Kader Partai Lain Pimpin Wilayah PSI
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Simeulue, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi