"Awak kedua kapal itu menonaktifkan sistem pelacakan mereka dan menurunkan sejumlah besar senjata dan kendaraan tempur untuk mendukung pasukan Dewan Transisi Selatan (STC)," begitu pernyataan resmi yang dikutip dari Saudi Press Agency.
Melihat ancaman yang bisa timbul dari persenjataan itu, koalisi pun mengambil tindakan. Mereka menyebutnya sebagai operasi militer terbatas yang fokus menghancurkan muatan kapal tadi di pelabuhan al-Mukalla.
Lalu, siapa sebenarnya STC ini? Kelompok separatis yang didukung UEA ini punya ambisi besar: menghidupkan kembali negara Yaman Selatan. Gerakan mereka akhir-akhir ini cukup agresif, menyapu banyak wilayah dan mendesak pasukan pemerintah. Konflik yang sudah berlarut-larut ini seperti mendapat babak baru.
Di sisi lain, Saudi sudah memberi peringatan keras. Mereka siap mendukung pemerintah Yaman jika terjadi konfrontasi lebih lanjut dengan para separatis. Meski begitu, ada juga desakan untuk penyelesaian damai, meminta STC mundur dari wilayah-wilayah yang baru mereka kuasai. Tapi dengan eskalasi seperti ini, jalan damai terlihat makin panjang dan berliku.
Artikel Terkait
Longsor Tewaskan Empat Pekerja Proyek Lapangan Bola di Jatinangor
Kapolres Sragen Resmikan Jembatan Merah Putih, Langsung Uji Coba dengan Warga
Kapolres Kampar Blusukan ke Pospam Tol, Ingatkan Personel Utamakan Pelayanan
Bendera GAM Berkibar di Tengah Reruntuhan Gempa Aceh: Provokasi atau Sinyal Bahaya?