Tragis di Tanjung Priok, Ibu dan Dua Anak Tewas Diduga Keracunan

- Jumat, 02 Januari 2026 | 16:40 WIB
Tragis di Tanjung Priok, Ibu dan Dua Anak Tewas Diduga Keracunan

Pagi tadi, suasana di sebuah rumah kontrakan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, berubah mencekam. Tiga orang ditemukan tewas di dalamnya. Mereka adalah seorang ibu dan dua anaknya.

Zen, anggota FKDM Warakas, mengonfirmasi kabar duka itu. Ia menjelaskan, sang ibu adalah seorang single parent dengan empat orang anak.

"Jadi ibu ini punya anak empat, yang meninggal anak paling tua sama bungsu," ujar Zen kepada awak media, Jumat pagi.

Menurut sejumlah saksi, dua anak lainnya berhasil selamat. Situasinya sungguh memilukan. Anak laki-laki yang tengah, baru saja pulang kerja dan langsung dihadapkan pada pemandangan yang tak terbayangkan. Dialah yang pertama kali menemukan kondisi keluarganya.

"Dua ini tengah-tengah, cowok yang pulang kerja yang menemukan kondisi keluarganya, Dafie. Satu Sofie, syok," tutur Zen, menggambarkan kepanikan saat itu.

Ia melanjutkan, korban yang selamat mengalami luka melepuh di kulitnya. Dugaan sementara, mereka keracunan sesuatu. Teriakan minta tolong pun langsung memecah kesunyian pagi.

"Pak RT teriak ada keracunan, minta tolong panggil ambulans," jelasnya.

Di sisi lain, pihak kepolisian sudah bergerak cepat. Mereka melakukan olah TKP dan mulai meminta keterangan dari sejumlah saksi. Tujuannya jelas: mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu rumah kontrakan itu. Satu orang selamat telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Sayangnya, tragedi keluarga ini sudah terlanjur viral di media sosial. Foto-foto yang beredar meski seharusnya tidak memperlihatkan para korban tergeletak di dalam rumah. Sebuah akhir yang sangat menyedihkan.

"(Korban meninggal) ibunya, anaknya perempuan dan anak paling bungsu," pungkas Zen, menegaskan identitas ketiga jenazah yang meninggal dalam peristiwa tragis ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar