Korban Pelecehan di Bus Transjakarta Bongkar Dalih Pelaku: Saya Juga Tidur, Ngantuk

- Jumat, 02 Januari 2026 | 10:35 WIB
Korban Pelecehan di Bus Transjakarta Bongkar Dalih Pelaku: Saya Juga Tidur, Ngantuk

Kejadian yang memprihatinkan kembali terjadi di angkutan umum. Seorang penumpang perempuan melaporkan dirinya menjadi korban pelecehan seksual di dalam bus Transjakarta rute 1A. Menurut pengakuannya, aksi itu terjadi saat dia tertidur di dalam bus. Pelaku, seorang pria bermasker hitam, diduga memegang paha korban.

Namun begitu, saat dikonfrontasi, pria itu membantah keras. Dia bersikeras kalau dirinya juga sedang tidur dan mengantuk saat kejadian. "Saya juga tidur, ngantuk," begitu kira-kira pembelaannya.

Korban jelas tidak percaya. Dari nada suaranya yang tegas dalam video yang beredar, dia yakin pria itu sebenarnya melek dan sadar sepenuhnya. Rupanya, dia merasakan sentuhan yang tidak wajar itu hingga terbangun.

Konfrontasi singkat itu pun terjadi. Sang pria, yang tampak buru-buru, langsung beringsut ke pintu bus untuk turun. Melihat itu, si perempuan tak tinggal diam. Dia segera meminta bantuan petugas untuk menahan pintu, mencegah pria tersebut kabur.

Alasannya ingin cepat-cepat turun untuk bekerja pun dicurigai sebagai kebohongan belaka. Untuk kepentingan pelaporan, korban kemudian meminta petugas Transjakarta yang ada di lokasi untuk mengambil foto wajah pelaku tanpa masker. Situasi di dalam bus saat itu pasti sangat mencekam.

Merespons viralnya video ini, pihak Transjakarta angkat bicara. Mereka menyatakan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas insiden yang terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 11.30 WIB itu.

Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, menegaskan komitmen perusahaan.

"Transjakarta sangat prihatin dan menyesalkan dugaan tindakan pelecehan tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).

"Kami berkomitmen mendukung korban jika ingin menempuh jalur hukum."

Setelah laporan ketidaknyamanan dari korban diterima melalui pramusapa, komunikasi telah dijalin untuk memastikan kondisi korban. Transjakarta juga mengajak semua penumpang untuk lebih peduli, saling menjaga, dan berani melaporkan setiap tindakan yang mengganggu kenyamanan bersama di angkutan umum. Pesannya jelas: ruang publik harus aman untuk semua.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar