BPJPH Pacu Sertifikasi Halal Gratis Usai Catat Serapan Anggaran Nyaris Sempurna

- Kamis, 01 Januari 2026 | 20:10 WIB
BPJPH Pacu Sertifikasi Halal Gratis Usai Catat Serapan Anggaran Nyaris Sempurna

Menutup tahun anggaran 2025, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) punya catatan yang cukup impresif. Serapan anggarannya nyaris sempurna, mentok di angka 99,2 persen. Ini bukan sekadar angka di laporan keuangan. Menurut Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, atau yang akrab disapa Babe Haikal, ini adalah fondasi kokoh untuk melompat lebih tinggi di tahun 2026, terutama dalam layanan sertifikasi halal.

Bagi Haikal, optimalisasi anggaran sepanjang tahun lalu jelas menunjukkan sesuatu. Ini bukti keseriusan negara dalam membangun ekosistem halal yang benar-benar berkelanjutan.

"Serapan anggaran yang tinggi ini mencerminkan kerja yang terukur, terencana, dan fokus pada hasil," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).

"Kami tidak hanya mengejar realisasi keuangan, tetapi memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku usaha, khususnya UMK," tegas Babe Haikal.

Dan memang, kinerja mereka sepanjang 2025 terlihat melampaui target yang ditetapkan. Ambil contoh program Sertifikasi Halal Gratis atau Sehati. Pencapaiannya mencapai 114 persen dari target, dengan realisasi penerbitan 1.140.015 sertifikat. Angka yang cukup fantastis.

Tak cuma itu. Sejak Juli 2025, ada aturan baru yang mulai berlaku. Berkat Keputusan Kepala BPJPH Nomor 142 Tahun 2025, lebih dari 25 ribu warteg dan warung nasi sejenisnya kini sudah tersertifikasi halal tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Kebijakan ini rupanya lahir dari keluhan yang selama ini menumpuk.

"Padahal sebelum aturan ini kami berlakukan banyak keluhan dari Warteg. Mereka dimintai Rp 5 juta bahkan ada yg sampai Rp 10 juta jika ingin dapatkan Sertifikat Halal," ungkap Haikal, menyoroti praktik pungutan liar yang sebelumnya marak.

Akumulasi produk yang sudah mengantongi sertifikat halal pun terus membengkak. Per akhir Desember 2026, jumlahnya mencapai 10.978.714 produk.

"Kami yakini pada awal Januari akan menembus 11 Juta produk yang bersertifikasi halal," lanjut dia penuh keyakinan.

Dari sisi finansial, BPJPH juga menunjukkan taringnya. Pendapatan sebagai Badan Layanan Umum (BLU) menembus Rp139 miliar, atau 132 persen dari target. "Ini menjadi bukti bahwa BPJPH mampu tumbuh sebagai lembaga yang akuntabel, mandiri, dan dipercaya publik," imbuhnya.

Melihat capaian ini, Presiden Prabowo Subianto punya ekspektasi lebih untuk tahun ini. Targetnya lebih ambisius: 1,35 juta Sertifikat Halal Gratis bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di seluruh Indonesia. Tujuannya jelas, memperkuat hilirisasi produk UMKM sekaligus memberikan perlindungan lebih luas bagi konsumen muslim.

Menanggapi target baru itu, Babe Haikal tampak optimis.

"Dengan kesiapan SDM dan sistem yang ada, kami optimistis target 1,35 juta sertifikat halal gratis tahun 2026 dapat tercapai secara efisien dan tepat sasaran," tegasnya.

Jadi, tahun 2026 ini, kerja keras BPJPH tampaknya belum akan berhenti. Justru semakin digeber.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar