Yang membacakan sumpah jabatan adalah Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James. Mamdani sendiri menyebut James sebagai "inspirasi politik" baginya.
Pemilihan lokasi pelantikan itu sendiri sarat makna. Stasiun Balai Kota yang tua itu adalah salah satu dari 28 stasiun asli yang dibuka tahun 1904, simbol inovasi dan pertumbuhan kota. Tempatnya sudah tertutup untuk umum sejak 1945, hanya dibuka sesekali untuk tur. Menurut Mamdani, lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan.
Ia melihatnya sebagai bukti nyata betapa transportasi umum adalah urat nadi kota. "Tempat ini membuktikan pentingnya transportasi umum bagi vitalitas, kesehatan, dan warisan kota kita," imbuhnya setelah pelantikan.
Suasana di peron yang sepi itu terasa magis. Jendela kaca berwarna, lengkungan-lengkungan tua, semuanya menjadi saksi sejarah baru bagi New York. Sebuah awal yang penuh simbol, untuk tugas yang tak akan mudah.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon