Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian sudah punya peta lokasi rawan kecelakaan di wilayahnya. Namun begitu, dia mengakui butuh bantuan dari pemerintah daerah untuk menangani masalah ini secara serius.
Permohonan bantuan itu disampaikan Wikha langsung kepada Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Rincian titik-titik rawan akan diserahkan kemudian oleh Kasat Lantas.
"Anatominya rata-rata jalannya gelap," ujar Wikha, Kamis (1/1/2026).
Dia melanjutkan, kondisi jalan sering kali licin, dengan rambu dan marka yang sudah tidak layak. "Untuk itu pada kesempatan ini saya memohon bantuan," katanya.
Intinya, lokasi-lokasi itu butuh penanganan mendasar. Menurut sejumlah saksi dan laporan, banyak titik yang sama sekali gelap karena tak ada penerangan jalan umum (PJU). Marka jalannya pun nyaris hilang.
"Sehingga lokasi-lokasi rawan laka ini yang kebanyakan karena jalannya gelap, tidak ada PJU-nya, kemudian markahnya sudah sedikit, itu bisa diminimalisir," ungkap Wikha.
Dengan perbaikan itu, angka kecelakaan diharapkan bisa ditekan lebih rendah lagi. Kabar baiknya, tren kecelakaan di Kabupaten Bogor sebenarnya sudah menunjukkan penurunan sepanjang 2025.
Wikha menegaskan, langkah ini adalah upaya preventif. "Jadi kita bisa meminimalisir kejadian-kejadian kecelakaan lalu lintas melalui upaya-upaya preventif," jelasnya.
Artikel Terkait
Calo Tiket Planetarium Jakarta Diklaim Tak Mungkin, Jakpro Buka Suara
Di Balik Auman Harimau Ragunan, Ada Candaan dan Perhatian Seorang Zookeeper
Cuaca Ekstrem Bikin Pantai Carita Sepi di Libur Akhir Tahun
Pekanbaru Izinkan Pegawai Bekerja dari Mana Saja di Hari Jumat