Soal lokasi, huntara ini dibangun di atas lahan milik PTPN yang sebelumnya sudah dibersihkan. Ukuran setiap unitnya sekitar 4,5 x 4,5 meter, atau kira-kira seluas 22 meter persegi. Cukup untuk menampung sebuah keluarga.
Yang menarik adalah proses pengerjaannya. Proyek ini dikerjakan nonstop selama 24 jam penuh. Bayangkan, lebih dari 1.600 tenaga kerja dikerahkan. Mereka berasal dari berbagai BUMN konstruksi, menunjukkan kolaborasi massal untuk percepatan pembangunan.
"Dan dalam proses pembangunan ini kita mempekerjakan 24 jam 1.635 orang yang terdiri dari pekerja BUMN Karya. Ada Hutama Karya, ada Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, Nindya Karya, dan juga Adhi Karya," papar Rosan kepada Prabowo.
Dengan demikian, dalam hitungan hari lagi, ratusan keluarga korban bencana di Aceh Tamiang diharapkan segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, lengkap dengan fasilitasnya.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem Bikin Pantai Carita Sepi di Libur Akhir Tahun
Pekanbaru Izinkan Pegawai Bekerja dari Mana Saja di Hari Jumat
Mantan Dirut Taspen Ajukan Kasasi, Upaya Terakhir Hindari Penjara 10 Tahun
Hak dan Hitung-hitungan: Begini Aturan Kerja di Hari Libur Nasional