600 Huntara di Aceh Tamiang Siap Dihuni, Dilengkapi Wi-Fi hingga Taman Bermain

- Kamis, 01 Januari 2026 | 13:40 WIB
600 Huntara di Aceh Tamiang Siap Dihuni, Dilengkapi Wi-Fi hingga Taman Bermain

Di Karang Baru, Aceh Tamiang, Kamis kemarin, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Intinya, 600 unit hunian sementara atau huntara telah selesai dibangun. Rencananya, penyerahan resmi ke Pemerintah Daerah akan dilaksanakan pada 8 Januari mendatang.

"Jadi rumah Hunian Danantara ini akan kita serah terimakan pada tanggal 8 Januari sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah," jelas Rosan.

Namun begitu, yang diserahkan bukan cuma rumah. Rosan menekankan bahwa kompleks huntara ini sudah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari taman bermain untuk anak-anak, jaringan Wi-Fi, musala, hingga dapur umum. Bahkan, tersedia juga puluhan unit toilet dan kamar mandi yang terpisah.

"Dan tidak hanya hunian Danantara saja, tapi bersama itu juga kita serahkan ada taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, dapur umum sebanyak 14 unit, dan toilet dan kamar mandi juga 120 unit yang akan kami serahkan," tambahnya.

Soal lokasi, huntara ini dibangun di atas lahan milik PTPN yang sebelumnya sudah dibersihkan. Ukuran setiap unitnya sekitar 4,5 x 4,5 meter, atau kira-kira seluas 22 meter persegi. Cukup untuk menampung sebuah keluarga.

Yang menarik adalah proses pengerjaannya. Proyek ini dikerjakan nonstop selama 24 jam penuh. Bayangkan, lebih dari 1.600 tenaga kerja dikerahkan. Mereka berasal dari berbagai BUMN konstruksi, menunjukkan kolaborasi massal untuk percepatan pembangunan.

"Dan dalam proses pembangunan ini kita mempekerjakan 24 jam 1.635 orang yang terdiri dari pekerja BUMN Karya. Ada Hutama Karya, ada Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, Nindya Karya, dan juga Adhi Karya," papar Rosan kepada Prabowo.

Dengan demikian, dalam hitungan hari lagi, ratusan keluarga korban bencana di Aceh Tamiang diharapkan segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, lengkap dengan fasilitasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar