Operasi besar-besaran yang melibatkan FBI berhasil menyita aset-aset mewah milik Ryan James Wedding. Pria asal Kanada ini bukan orang sembarangan; dia mantan atlet seluncur salju Olimpiade yang kini berubah haluan jadi buronan perdagangan narkoba kelas kakap. Yang menarik, di antara barang sitaan itu terdapat koleksi motor MotoGP langka, termasuk beberapa yang konon pernah dipakai Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Menurut laporan CNBC News, otoritas Meksiko lah yang pertama mengamankan puluhan motor mahal bertenaga tinggi itu. Nilainya fantastis, sekitar 40 juta dolar AS atau setara Rp 667 miliar. FBI Los Angeles kemudian mengonfirmasi bahwa Wedding diduga kuat sebagai pemiliknya.
Operasi ini sendiri digelar secara gabungan. FBI bekerja sama dengan polisi Los Angeles dan juga Kepolisian Kerajaan Kanada. Meski begitu, mereka enggan merinci lokasi pasti penyitaan. Mereka hanya merilis sejumlah foto sebagai bukti.
Nah, dari foto-foto yang beredar seperti dilansir Toronto Star koleksi motornya benar-benar bikin ngiler buat para pencinta balap. Terlihat jelas ada motor MotoGP Ducati tahun 2018 yang dulu dikendarai Jorge Lorenzo. Tak ketinggalan, Desmosedici 2019 milik Andrea Dovizioso juga ikut diamankan.
Koleksi Valentino Rossi pun tak luput. Dua unit Ducati yang dipakainya pada musim 2011 dan 2012 ikut disita. Begitu pula dengan motor Moto2 Marc Marquez dari musim yang sama.
Di sisi lain, pihak Sekretariat Keamanan Meksiko mengungkap penyitaan tak cuma motor. Mereka juga menyita dua unit kendaraan lain, sejumlah karya seni, bahkan dua medali Olimpiade. Ditambah lagi narkoba dan barang-barang lain yang ditemukan di empat lokasi berbeda di Mexico City. Sayangnya, mereka belum bisa memastikan medali siapa itu.
Soal medali, ini agak ironis. Wedding sendiri pernah mewakili Kanada di Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City. Hasilnya? Dia tak membawa pulang medali apa-apa, hanya finis di peringkat 24 untuk slalom paralel raksasa putra.
Kini, nasibnya jauh berbeda. Wedding masuk dalam daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari FBI. Dia dituduh menjalankan jaringan narkoba internasional yang rumit. Dan menurut dugaan kuat, dia saat ini bersembunyi di Meksiko dengan perlindungan dari kartel Sinaloa.
Artikel Terkait
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026
Trump Janjikan Dukungan Serangan Israel ke Iran Jika Perundingan Gagal
Puluhan Komputer dan Tablet SD di Cibinong Raib Diduga Dicuri
Laidu Lampion Edukasi Masyarakat Pentingnya Bahasa Mandarin di Festival Imlek Makassar